Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Hari Ibu kerap dimaknai sebagai momentum ungkapan kasih sayang. Namun lebih dari sekadar simbol, Hari Ibu juga menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga. Berangkat dari semangat tersebut, PT Wajah Rejuvenasi Perempuan Indonesia (WRP) memaknai Hari Ibu Nasional 2025 melalui langkah konkret pemberdayaan perempuan dengan menggandeng Habitat for Humanity Indonesia (HFHI).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui program revitalisasi usaha mikro yang menyasar ibu-ibu pemilik warung di kawasan industri Cilegon, Banten. Program tersebut dirancang sebagai dukungan berkelanjutan, tidak hanya menyentuh perbaikan fisik usaha, tetapi juga penguatan kapasitas, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi perempuan sebagai pelaku usaha.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Angka ini menegaskan besarnya kontribusi perempuan terhadap perekonomian nasional. Namun, di balik peran tersebut, masih banyak perempuan, terutama di wilayah nonmetropolitan, yang menghadapi keterbatasan akses terhadap modal, fasilitas, serta edukasi pengelolaan usaha.
CEO WRP Indonesia, Kwik Wan Tien, menegaskan bahwa perayaan Hari Ibu semestinya diiringi dengan dukungan yang berdampak langsung. Menurutnya, bentuk apresiasi terbaik bagi perempuan adalah program yang mampu memberdayakan secara nyata.
“Sebagai sahabat perempuan, kami memahami bahwa kepercayaan diri merupakan salah satu modal utama bagi perempuan untuk terus berkembang. Karena itu, dukungan yang kami berikan harus benar-benar memberdayakan,” ujarnya.
Melalui program ini, WRP membuka ruang bagi para ibu pemilik usaha mikro untuk “naik kelas”, tidak hanya lewat renovasi warung, tetapi juga melalui pendampingan agar mereka mampu mengoptimalkan potensi diri dan menangkap peluang ekonomi yang lebih luas demi meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Program WRP x HFHI menyasar tiga ibu pemilik warung, mulai dari warung makan hingga warung sembako. Seluruhnya merupakan usaha rumahan yang dikelola secara mandiri. Sejak Oktober 2025, warung-warung tersebut mulai direnovasi agar lebih higienis, nyaman, dan menarik bagi pelanggan, dengan target penyelesaian pada awal Januari 2026.
Pendampingan tidak berhenti pada aspek fisik. Sejak pertengahan November 2025, para penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan keterampilan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, mulai dari pengelolaan stok, penataan etalase, hingga pencatatan dan pengaturan keuangan. Pemantauan lanjutan direncanakan berlangsung selama tiga hingga enam bulan ke depan.
“Pemberdayaan perempuan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Program ini tidak hanya memperbaiki warung, tetapi juga membangun kapasitas dan kepercayaan diri para ibu sebagai pelaku usaha,” tambah Wan Tien.
Dari sisi mitra, HFHI menilai kolaborasi ini memiliki dampak sosial yang luas. General Manager Resource Development HFHI, Abraham Tulung, menyebut program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi komunitas di sekitarnya,” jelasnya.
Dampak positif program mulai dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Jumyati Dewi (46), pemilik warung bakso yang telah berjualan sejak 2014, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah warungnya direnovasi. Sementara Faujihah (43), pemilik warung sembako sejak 2010, menyebut pendampingan usaha membantunya memahami pengelolaan stok dan keuangan secara lebih terstruktur.
Bagi WRP, inisiatif ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Selain dikenal melalui produk pangan rendah kalori bernutrisi tinggi, WRP juga aktif mendorong kepercayaan diri perempuan melalui kampanye #UnlockYourConfidence dan program WRP Power Partner yang membuka peluang bisnis bagi perempuan.
“Di momen Hari Ibu ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kami adalah terus mendukung agar perempuan Indonesia dapat berkembang menjadi versi terbaik dirinya dan melangkah dengan lebih percaya diri setiap hari,” tutup Wan Tien. (E-3)
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pertamina Patra Niaga memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program TJSL di 49 wilayah Indonesia. Sebanyak 695 perempuan mendapat pendampingan ekonomi dan sosial.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah melalui kerja sama strategis
Program ini merupakan ruang pertumbuhan bagi siapapun yang ingin membangun karier dengan tetap memiliki fleksibilitas dalam menjalani rutinitas.
Di tengah tekanan ekonomi, perempuan Indonesia bangkit melalui sektor UMKM. Program pendampingan terpadu terbukti mampu tingkatkan pendapatan hingga 45%.
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved