Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Strategi Ibu Rumah Tangga Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat UMKM Inklusif

Thalatie K Yani
28/1/2026 04:00
Strategi Ibu Rumah Tangga Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat UMKM Inklusif
Di tengah tekanan ekonomi, perempuan Indonesia bangkit melalui sektor UMKM. Program pendampingan terpadu terbukti mampu tingkatkan pendapatan hingga 45%.(MI/HO)

Ketahanan ekonomi keluarga di Indonesia kini semakin bergantung pada peran aktif perempuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2025, angka penduduk berpendapatan rendah masih berada di level 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta orang. Situasi ini mendorong para ibu rumah tangga untuk turun tangan menjadi tulang punggung ekonomi melalui sektor UMKM.

Namun, niat besar ini sering terbentur tembok rendahnya akses modal dan kurangnya pendampingan. Tercatat lebih dari 64% perempuan masih bergerak di sektor informal dengan skala usaha yang sangat terbatas. Melihat celah tersebut, PT Etika Beverages Indonesia hadir melalui program "Ibu Juara" untuk memperkuat kapasitas wirausaha perempuan.

Transformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Wirausaha

Program yang dimulai sejak Agustus 2023 ini telah memberikan dampak bagi lebih dari 1.000 perempuan di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan komitmen jangka panjang dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

CEO PT Etika Beverages Indonesia, Airil Haidi Ahmad Rafiae, menyatakan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di komunitasnya.

"Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan kami. Melalui Program Ibu Juara, kami memanfaatkan produk Dairy Champ yang sudah akrab dan digunakan sehari-hari sebagai titik awal yang praktis bagi para ibu untuk memulai usaha. Dengan membuka akses terhadap peluang usaha, menghadirkan pendampingan berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas kewirausahaan, kami ingin memberikan dukungan yang nyata agar para ibu dapat tumbuh dan mandiri secara ekonomi," jelas Airil.

Dukungan Modal dan Pendampingan Teknis

Setiap peserta program menerima modal usaha awal sebesar Rp250.000. Namun, nilai utama dari program ini terletak pada pendampingan berkelanjutan. Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, menjelaskan bahwa tim monitoring diterjunkan secara rutin untuk memantau perkembangan usaha tiap peserta.

"Kami juga menyediakan akses produk dengan harga khusus agar para ibu dapat memperoleh margin usaha yang lebih optimal, serta menghadirkan gathering rutin sebagai ruang berbagi pengalaman dan pelatihan tambahan seperti cooking demo. Program ini membangun keterampilan dan pola pikir wirausaha agar para ibu dapat menciptakan usaha yang berkelanjutan," tambah Dodi.

Dampak Nyata di Lapangan

Keberhasilan program ini tecermin dari kisah Cholifah, seorang ibu rumah tangga asal Bekasi. Sebelum bergabung, ia hanya mengelola warung makan dengan menu terbatas dan rasa percaya diri yang rendah.

Setelah mengikuti berbagai pelatihan pengolahan menu berbasis produk Dairy Champ, Cholifah berhasil mengembangkan variasi dagangan seperti es lilin kacang hijau. Inovasi sederhana ini berdampak besar pada pendapatannya yang melonjak hingga 45 persen.

"Program Ibu Juara membantu saya memperluas wawasan usaha sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berjualan. Setelah mengikuti berbagai pelatihan, menu usaha saya semakin beragam dan penjualan pun meningkat. Saya berharap ketersediaan produk selalu terjaga agar pelanggan tidak beralih ke produk lain, serta ke depannya hadir lebih banyak kegiatan pendampingan tambahan agar kami dapat terus berkembang," ungkap Cholifah.

Melalui sinergi antara sektor swasta dan pelaku usaha mikro perempuan, diharapkan fondasi ekonomi masyarakat Indonesia menjadi lebih mandiri, inklusif, dan sejahtera.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya