Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pengolahan Limbah Organik Kunci Turunkan Emisi, Dimulai dari Rumah Tangga

Andhika Prasetyo
23/12/2025 07:51
Pengolahan Limbah Organik Kunci Turunkan Emisi, Dimulai dari Rumah Tangga
Ilustrasi(Antara)

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni optimalisasi pengolahan limbah organik di daerah. langkah ini bisa dilakukan mulai dari level rumah tangga.

Novita mengingatkan Indonesia tengah memasuki fase krisis iklim yang ditandai meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

“Tugas utama kita hari ini adalah menurunkan emisi gas rumah kaca secara nyata dan terukur. Salah satu sektor yang paling memungkinkan ditangani di daerah adalah pengolahan limbah organik,” ujar Novita.

Legislator yang membidangi industri dan ekonomi kreatif ini menilai pengolahan limbah organik sebagai solusi strategis yang menjawab dua tantangan sekaligus: penurunan emisi gas rumah kaca dan penguatan kemandirian pangan rakyat.

Sejalan dengan gagasan tersebut, Novita meluncurkan program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) di Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (21/12), menjelang peringatan Hari Ibu. Program ini, kata dia, dirancang sebagai pendekatan pembangunan yang memandang krisis iklim bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga peluang transformasi sosial dan ekonomi.

“Banyak orang melihat ini sebagai krisis, tetapi Perempuan Sarinah melihatnya sebagai peluang,” ujar Novita, yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek.

Ia menjelaskan, program Perempuan Sarinah memadukan agenda ketahanan pangan dan lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis rakyat. Dalam kerangka ini, perempuan ditempatkan sebagai garda terdepan dalam pengolahan limbah organik, produksi pupuk ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi keluarga dan desa.

Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja hijau dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Ketika agenda lingkungan berjalan seiring dengan ekonomi rakyat, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah arah pembangunan yang berkeadilan, berdaulat, dan berkelanjutan,” tutup Novita. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik