Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sejumlah Ibu Mendapat Tips Baking dari Chef Profesional di SIAL Interfood

Basuki Eka Purnama
18/11/2025 04:04
Sejumlah Ibu Mendapat Tips Baking dari Chef Profesional di SIAL Interfood
Sejumlah ibu memperhatikan aksi seorang chef di acara SIAL Interfood 2025.(MI/HO)

PAMERAN internasional SIAL Interfood 2025, yang berlangsung pada 12–15 November di JIExpo Kemayoran, kembali menjadi ajang bergengsi bagi pelaku industri makanan dan minuman di Asia Tenggara. Gelaran ke-26 ini diikuti 1.500 peserta dari 26 negara, termasuk puluhan UMKM lokal, dan menarik sekitar 90.000 pengunjung selama empat hari.

Di tengah kemeriahan pameran, Jumat (14/11), rombongan ibu-ibu penggemar baking dari Sukabumi, Jawa Barat, hadir dalam jumlah besar untuk mengikuti sesi demo dan berbagi pengalaman membuat kue. Kelompok ini tergabung dalam paguyuban Mitra Bungasari Sukabumi (MBS) yang terdiri dari 125 anggota.

Sejak sesi demo dimulai, area booth langsung dipadati pengunjung. Para peserta, sebagian besar ibu-ibu, tampak antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan berbagai kreasi kue, belajar dari chef profesional dan influencer kuliner, di antaranya Chef Fatmah Bahalwan, Chef Devina Hermawan Chef Jenny Hendrawati, dan Chef Jerry Andrean, yang merupakan finalis program pencarian bakat kuliner di televisi 

Mereka juga bertukar tips mengenai tantangan yang biasa mereka hadapi saat membuat kue untuk usaha.

“Kita di sini cari inovasi baru, menambah inspirasi untuk jualan dan belajar model kue baru supaya varian kita semakin banyak,” ujar Mey, pendiri Paguyuban MBS.

Fransisca Selvia, Marketing and Sales Division Head PT Padi Flour Nusantara, mengatakan kegiatan di pameran ini bukan sekadar demo, tapi juga kesempatan bagi UMKM dan pengunjung untuk belajar langsung teknik membuat kue yang lebih konsisten dan praktis. 

“Kegiatan ini adalah pameran reguler bagi kami untuk memperkuat branding dan memperkenalkan langsung aplikasi produk Bola Deli kepada pelanggan, UMKM dan ibu rumah tangga,” jelas Fransisca

Selain belajar membuat kue, paguyuban dan pengunjung lainnya dapat mencoba adonan sendiri, melihat teknik baru, dan mendapatkan tips praktis yang bisa diterapkan untuk usaha mereka. 

Tepung ketan premium menjadi produk favorit dalam pameran tahun ini karena hasil olahannya seperti kue keranjang, mochi, onde-onde dan wingko memiliki kualitas lebih baik dan kuantitas lebih banyak. Hal ini tentu memberikan keuntungan yang lebih besar bagi pelaku usaha.

"Yang terpenting adalah memperkenalkan produk dan membantu UMKM memahami cara menghasilkan kue yang mengembang, tidak bantat dan konsisten. Banyak UMKM binaan kami di UBI (UMKM Binaan Bola Deli) yang datang untuk belajar langsung,” ujar Fransisca 

Antusiasme tinggi peserta menunjukkan bahwa pameran seperti SIAL Interfood bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, inspirasi, dan memperluas jejaring bagi pelaku usaha makanan dan minuman.

“Harapan kami, semakin banyak UMKM yang mengenal dan mencoba produk kami, sehingga usaha mereka bisa berkembang, baik skala rumah tangga maupun produksi. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai produsen, tetapi sebagai mitra yang membantu mereka tumbuh,” tutup Fransisca. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya