Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU ketahanan keluarga menjadi agenda strategis yang tidak terhindarkan di tengah derasnya perubahan global. Percepatan digitalisasi, tekanan ekonomi, pergeseran nilai sosial, hingga persoalan kesehatan mental telah menempatkan keluarga—fondasi utama peradaban—pada posisi yang semakin rentan.
Kesadaran akan tantangan inilah yang melatarbelakangi International Discussion Forum on Families (IDFF) 2025 yang diselenggarakan Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga (KNPK) Indonesia bersama Penggiat Keluarga (GiGa Indonesia). Forum daring bertema Investing in Family Resilience to Face Contemporary Megatrends ini menarik perhatian lebih dari 460 peserta dari berbagai kalangan.
Dalam forum tersebut, keluarga ditekankan sebagai unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Namun, keluarga masa kini dituntut untuk sangat adaptif dan resilien agar fungsi sosialnya tetap berjalan di tengah megatren, seperti migrasi, urbanisasi, dan dampak teknologi.
Ketua KNPK Indonesia, Prof Euis Sunarti, menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa sesungguhnya adalah investasi pada ketahanan keluarga. Ia memperkenalkan pendekatan ekologi keluarga, yang memandang keluarga terkait erat dengan lingkungan sosial, ekonomi, dan kebijakan publik.
“Karena itu, penguatan keluarga tidak bisa dibebankan semata-mata pada individu, melainkan memerlukan dukungan sistemik dari negara dan masyarakat,” ujar Guru Besar IPB University tersebut.
Menurut Prof. Euis, keluarga perlu dibekali kapabilitas dasar, termasuk komunikasi efektif, sistem nilai yang kuat, dan sikap proaktif. Ia mendesak pentingnya investasi jangka panjang melalui kebijakan yang responsif terhadap keluarga, pendidikan keluarga, dan penguatan jejaring sosial.
Perspektif global turut memperkaya diskusi. Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Turki, menyoroti tantangan serius akibat perubahan nilai dan struktur sosial.
Ia mengamati adanya kecenderungan redefinisi nilai moral global yang melemahkan struktur keluarga tradisional serta mengaburkan peran ayah dan ibu.
Dampak teknologi juga menjadi perhatian utama. Prof. Suleyman mencatat bahwa ketergantungan pada media sosial dan layar digital, “Memperburuk komunikasi keluarga dan meningkatkan keterasingan emosional.”
Perubahan ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga psikologis. Erosi struktur keluarga dan pergeseran nilai berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, depresi, dan gangguan kesehatan mental, terutama pada perempuan dan anak.
Dalam konteks ini, Prof. Suleyman menilai bahwa pendidikan orangtua yang bijaksana serta kebijakan publik yang mendukung kesejahteraan emosional menjadi krusial, didukung dengan respons berbasis nilai dan spiritualitas.
Forum yang juga membahas isu demografi, teknologi, dan perubahan iklim ini menyepakati satu pesan utama: di tengah ketidakpastian global, penguatan ketahanan keluarga adalah fondasi strategis untuk membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan. Keluarga yang resilien adalah pilar penting bagi masa depan bangsa. (Z-1)
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Lindsay Lohan mengaku lebih bahagia menjadi seorang ibu sejak pindah ke Dubai pada 2014.
Para peserta, sebagian besar ibu-ibu, tampak antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan berbagai kreasi kue, belajar dari chef profesional dan influencer kuliner.
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
para ayah dari siswa SDN Pondok Bambu 11 dan SMAN 61 Jakarta tampak menunggu giliran berkonsultasi dengan wali kelas
Pelajari dampak mendalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor bagi anak, psikologi, dan keluarga. Dapatkan tips praktis untuk ayah dan sekolah.
Dampak ketidakhadiran ayah juga dapat terlihat dalam dunia pendidikan dan pergaulan.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Sosok ayah bukan hanya berkaitan dengan seberapa banyak ayah itu hadir dalam hidup anak, tapi seberapa berarti figur ayah dalam kehidupan seorang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved