Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Adalah Investasi Masa Depan

Abdillah M Marzuqi
20/12/2025 18:56
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Adalah Investasi Masa Depan
Para ayah mengambil rapor anak(Dok.HO/Kemendukbangga)

SUASANA ruang kelas di hari pembagian rapor biasanya didominasi oleh para ibu. Kali ini berbeda, para ayah dari siswa SDN Pondok Bambu 11 dan SMAN 61 Jakarta tampak menunggu giliran berkonsultasi dengan wali kelas pada Jumat (19/12).

Para ayah tengah mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar) yang dianjurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 14 Tahun 2025.

Kehadiran sosok ayah dalam momen krusial sekolah, seperti pengambilan rapor, bukan sekadar urusan administratif. Kehadiran ayah penting untuk masa depan anaknya. Gemar menjadi simbol pesan penting bahwa ayah dibutuhkan oleh anak, tidak hanya urusan finansial. Gemar juga menjadi investasi masa depan anak.

“Ini semangat kita untuk memperbaiki anak-anak kita lima hingga 10 tahun ke depan sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihadji di depan para ayah.

Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, didapati satu dari empat atau 25,8% keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless. 

“Prinsipnya, Gemar mencoba menjawab isu 25,8% anak-anak kita kehilangan sosok ayah. Maka, saya minta para ayah minimal dua kali setahun mengambil rapor anak dan mengantar anak sekolah di hari pertama. Ini membuat senang hati anak,” tambah Menteri Wihaji. 

Bagi anak yang tidak memiliki ayah, Menteri Wihaji mengatakan ada solusinya. Ada sosok ayah pengganti. Mereka adalah pakde (paman), bude (tante), mbah (kakek), atau kakak (laki-laki).

Menurutnya, keterlibatan ayah di ranah pendidikan dapat memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah dalam memantau proses belajar. Ayah yang terlibat dalam pendidikan anak dan remaja membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan memiliki dampak psikologis yang masif bagi tumbuh kembang anak. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik