Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Gampang Cuan berhasil menjadi film drama komedi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak pada 2023. Memasuki pekan kedua, film besutan penulis dan sutradara Rahabi Mandra tersebut berhasil meraih 645.752 penonton.
Sejak tayang perdana pada 16 November lalu, Film Gampang Cuan langsung disambut antusias oleh masyarakat berkat suguhan humor yang menyegarkan dan drama keluarga yang menyentuh hati.
Penulis sekaligus Sutradara, Rahabi Mandra, menanggapi pencapaian tersebut.
Baca juga: Film Gampang Cuan Segera Tayang di Malaysia, Brunei Darussalam. dan Singapura
"Sangat melegakan mengetahui film ini bisa diterima masyarakat dan menjadi karya yang dekat dengan mereka. Artinya, kami berhasil melalui berbagai tantangan, termasuk memahami selera humor masyarakat yang cukup beragam dan mencari titik temu yang membuat mereka tertawa dan terhibur. Kami berharap Gampang Cuan masih terus bertahan di bioskop sampai akhir tahun," ungkap Rahabi.
Vino G Bastian, pemeran karakter Sultan, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam film Gampang Cuan.
"Sejak awal, saya sudah melihat potensi dari ide ceritanya dan semakin yakin ketika saya sendiri merasa bisa banyak belajar mengenai literasi keuangan dari proyek ini. Untuk sebuah film komedi dengan original story dan bukan berasal dari IP (intellectual property) besar, happy banget akhirnya film ini sudah mampu menembus setengah juta penonton lebih. Terima kasih apresiasinya," ujar Vino.
Baca juga: Film Gampang Cuan Sudah Tayang di Bioskop
Sosok Sultan (Vino G. Bastian) diceritakan sebagai anak sulung sekaligus tulang punggung keluarga yang merantau ke Jakarta dari Sukabumi dengan pekerjaan yang serabutan.
Awalnya, Sultan berbohong kepada ibu dan kedua adiknya, mengenai kehidupannya di Jakarta. Hingga suatu hari, Sultan dikagetkan dengan kedatangan adik perempuannya, Bilqis (Anya Geraldine), yang juga membawa kabar bahwa mendiang ayahnya meninggalkan hutang sebesar Rp300 juta yang harus segera dilunasi.
Di sisi lain, Sultan dituntut untuk membiayai kuliah si adik bungsu, Aji (Alzi Markers).
Sultan dan Bilqis kemudian jungkir balik mencari cuan dalam waktu cepat untuk membayar hutang tersebut tanpa sepengetahuan sang Ibu, Mamah Diah (Meriam Bellina).
Film produksi Temata Studios, Adhya Pictures, dan Legacy Pictures ini akan tayang perdana di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam pada 7 Desember 2023 mendatang. Hingga kini, Film Gampang Cuan masih tayang di bioskop-bioskop tanah air. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved