Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI usia kepala lima merupakan fase baru yang penuh tantangan, terutama bagi kesehatan fisik. Musisi kenamaan, Maia Estianty, membagikan kisah inspiratifnya dalam menghadapi perubahan tubuh seiring bertambahnya usia.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Keluhan fisik sebenarnya bukan hal baru bagi istri Irwan Mussry ini. Maia mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasakan penurunan fungsi tubuh sejak memasuki usia 40 tahun.
Masalah pada lutut dan nyeri punggung menjadi kendala utama yang kerap mengganggu aktivitas harian maupun hobi olahraganya.
“Di usia 40 tahun ke atas, biasanya yang duluan bermasalah itu lutut, punggung, dan persendian kaki. Saya juga mengalami itu,” ungkap Maia, dikutip Kamis (29/1).
Kondisi tersebut bahkan sempat membatasi mobilitasnya secara signifikan.
Maia menceritakan pengalaman pahit saat harus membatasi jarak berjalan kaki hingga kesulitan menjalankan ibadah secara sempurna. Salah satu momen yang paling diingatnya adalah ketika ia harus menggunakan bantuan kursi saat menunaikan salat karena nyeri lutut yang tak tertahankan.
“Sekitar lima tahun lalu, waktu umrah, saya masih harus pakai kursi salat. Sekarang sudah tidak lagi,” ujarnya dengan nada syukur.
Perubahan positif ini tidak datang begitu saja. Maia menyadari bahwa tubuh di usia 50 tahun tidak bisa lagi diperlakukan sama seperti saat masih muda. Ia mulai menurunkan ego dan menyesuaikan ritme aktivitasnya agar tidak terjadi cedera yang lebih parah.
“Sekarang kalau ingin bergerak atau olahraga seperti lari, saya lebih mengerem. Tubuh tidak bisa diperlakukan seperti dulu,” tegasnya.
Kini, kunci kekuatan Maia terletak pada konsistensi gaya hidup sehat yang terukur. Ia rutin melakukan olahraga ringan yang fokus pada penguatan otot inti (core) dan tubuh bagian bawah, seperti bersepeda statis, plank, hingga interval walking.
Selain itu, ia sangat selektif dalam memilih asupan makanan—sesuatu yang ia akui sering terabaikan di masa muda.
“Kalau dulu makan apa saja tidak masalah. Sekarang sudah tidak bisa. Harus lebih pilih-pilih,” tambah Maia.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga berat badan ideal, mengingat beban tubuh yang berlebih secara langsung akan memperberat kerja sendi lutut.
Sebagai penutup, Maia mengajak perempuan Indonesia yang berada di fase golden age untuk tetap percaya diri dan aktif. Baginya, rahasia bugar di usia senja adalah sinergi antara fisik dan mental.
“Konsumsi yang baik untuk tubuh, olahraga rutin, dan hati yang gembira itu penting,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Fenomena menyewa tas bermerek kini menjadi tren yang semakin digandrungi, terutama untuk merek-merek ikonik seperti Dior dan Chanel.
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat.
Ari Fahrial Syam ungkap kunci sembuh GERD: perubahan gaya hidup, stop rokok, hingga pengobatan tuntas dengan obat golongan P-CAB terbaru. Cek di sini!
Sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020.
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved