Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Ali Topan produksi Visinema Pictures karya sutradara Sidharta Tata, yang dibintangi Jefri Nichol dan Lutesha, akan tayang dan berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-18.
Film Ali Topan akan tayang pada 30 November 2023 dan 1 Desember 2023 di JAFF18. Berkat antusiasme penonton, tiket menonton Ali Topan di JAFF di kedua tanggal tersebut sudah sold out atau terjual habis.
Penayangan film Ali Topan di JAFF18 merupakan bagian dari program JAFF Indonesian Screen Awards, bersama tujuh film Indonesia lainnya.
Baca juga: Film Ali Topan Versi Jefri Bakal Diputar Perdana di JAFF 2023
Di program tersebut, film Ali Topan akan memperebutkan penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Pemeran Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.
Sutradara film Ali Topan Sidharta Tata mengungkapkan kembalinya ia ke JAFF terasa spesial. Terlebih, untuk film panjang keduanya. Sebelumnya, Tata juga pernah berkompetisi di JAFF untuk film pendeknya, Natalan, pada JAFF 2015.
“Kembali ke JAFF dan sekarang dengan film panjang saya tentu rasanya sangat emosional. Dulu film pendek saya yang berkompetisi di JAFF, sekarang film panjang kedua saya, Ali Topan, yang berkompetisi. Semoga penonton terhibur dan turut merayakan Ali Topan di JAFF18,” kata Sidharta Tata.
Baca juga: Film Ali Topan Rilis Video First Look Jelang Tayang di BIFF
Film Ali Topan merupakan adaptasi dari novel karya Teguh Esha. Karya tersebut sebelumnya juga pernah diangkat ke dalam layar kaca pada 1997 dan dibintangi Ari Sihasale.
Ari, akan ikut bermain di film Ali Topan versi Jefri Nichol. Dirinya berperan sebagai Opung Brotpang, sosok paruh baya yang mengelola Warung Seni dan disegani oleh Ali Topan serta kawan-kawannya.
Jefri Nichol mengaku senang film Ali Topan dirayakan di festival film internasional seperti JAFF, setelah world premiere di Busan International Film Festival.
“Tentu ini menjadi apresiasi tersendiri bagi kami para kru dan cast film Ali Topan. Ceritanya akan sangat seru dan dekat dengan anak muda masa kini,” kata Jefri.
Selain Jefri Nichol, Lutesha, dan Ari Sihasale, film Ali Topan turut menampilkan deretan bintang berbakat seperti Onadio Leonardo, Reza Hilman, Omara Esteghlal, Bebeto Leutualy dan Axel Matthew.
Setelah tayang dan berkompetisi di JAFF18, film Ali Topan akan tayang serentak di bioskop pada 2024. (RO/Z-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved