Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ringgo Agus Rahman mengaku sejak mengalami demam berdarah dengue (DBD) sebanyak dua kali dalam hidupnya, ia dan keluarga menjalani hidup bersih untuk mencegah perkembanganbiakan nyamuk di rumahnya.
"Setelah sembuh, gaya hidup jadi lebih bersih lagi dari sebelumnya sudah bersih, sampai kita punya taman belakang yang bisa becek kita babat karena engga tahan nyamuk," kata Ringgo, dikutip Jumat (1/12).
Ringgo mengaku pernah terkena demam berdarah dengue saat masih usia sekolah dan terkena lagi pada 2022 lalu. Saat itu ia merasa sangat lemas dan tidak bertenaga untuk bekerja.
Baca juga: Ringgo Agus Rahman Sebut Kisah Cintanya Jadi Inspiasi Film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film
Di tahun yang sama, sang anak sulung, Bjorka Dieter Morscheck, 7, dan Curtis Ziggy Mars Morscheck, 3, juga sempat mengalami demam berdarah yang membuat Ringgo dan istri trauma dengan penyakit DBD.
"Jadi itu pengalaman tidak ada yang menyenangkan, dirawat di rumah sakit dengan kondisi badan yang enggak jelas, mau maksain kerja juga nggak bisa, kayak berdiri aja enggak bisa," ucap Ringgo.
Sebagai ibu, Sabai Morscheck juga merasa iba ketika melihat anak-anaknya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Ringgo Agus Rahman Butuh Karya yang Tulus
Momen saat sang anak bungsu dipakaikan infus dan tidak nafsu makan membuat Sabai harus tetap terlihat tegar di hadapan anaknya.
"Mars waktu itu satu tahun, berontak saat masukin infus kan engga mudah itu perjuangan, rewel, lemes engga mau makan tiap hari ambil darah, itu stres banget," kata Sabai.
Untuk langkah pencegahan, Ringgo dan keluarga semakin menjaga kebersihan rumahnya dengan rutin mengikuti program pemerintah yang dilaksanakan di rumahnya seperti pemeriksaan jentik, penyemprotan dan melaksanakan vaksin DBD untuk dirinya, istri, dan anak pertamanya.
Menurut Ringgo, vaksin yang dilakukan bertujuan agar jika suatu saat terkena DBD lagi, kesakitannya tidak terlalu parah dan bisa di tangani di rumah.
"Tujuannya adalah kalau suatu saat gue kena lagi, gue enggak harus sampai dirawat di rumah sakit, menghabiskan uang yang lumayan dengan kondisi tubuh yang ngedrop, dan bisa ditangani sendiri di rumah," kata sang aktor.
Ia juga kerap membagikan informasi terkait vaksin DBD ke orang-orang terdekatnya.
Selain itu, pencegahan lainnya adalah menghindari tergigit nyamuk menggunakan lotion antinyamuk dan memperhatikan lingkungan sekitar saat sedang di luar rumah. (Ant/Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved