Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ringgo Agus Rahman mengaku sempat bertukar pikiran dengan sutradara film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film atau JESEDEF, Yandy Laurens, seputar kisah cintanya untuk proses penggarapan film ini.
"Yandy banyak nanya ke gua, 'Lu kalau deketin cewek gimana sih?' Kurang lebih ada beberapa yang gua kasih tau ke Yandy, 'Gua tuh kayak gini lho kalau deketin cewek, gua kalau kelihatan naksir selalu pelan-pelan, dari teman dulu', kurang lebih gua kayak gitu," kata Ringgo, dikutip Selasa (28/11).
Kisah percintaan Ringgo sedikit banyak menjadi inspirasi Yandy untuk penulisan naskah film JESEDEF. Ia pun sempat kaget saat melihat naskah film ini untuk pertama kalinya, yang ternyata terinspirasi dari curhatan percintaannya dengan sang mantan.
Baca juga: Ernest Prakasa Berbagi Pengalaman Buat Film dengan Konsep Hitam-Putih
"Kalau cerita ke Yandy (cerita curhat) langsung jadi film. Keren! Pas lihat skenarionya pertama kali, 'Lah ini kan cerita gua'," kata Ringgo sambil tertawa.
Meski demikian, Ringgo langsung setuju menerima tawaran film JESEDEF sebagai tokoh Bagus.
Menurut Ringgo, naskah tulisan Yandy sangat menarik perhatiannya yang sempat merasa jenuh dengan karier akting yang telah dilakoni selama belasan tahun ini.
Baca juga: Nirina Merasa Terlahir Kembali Lewat Film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film
Kejenuhan Ringgo di bidang ini cukup beralasan. Selama beberapa tahun ke belakang, ia terus ditawari film komedi dan kerap dilabeli sebagai pelawak.
Untuk mengatasi kejenuhannya, Ringgo sempat meninggalkan karier akting di film dan mulai mencoba hal baru selama tiga tahun lamanya.
"Gua pikir main film terus itu akan menyenangkan. Ternyata, gua terjebak dalam perasaan jenuh, yang tadinya gua pikir gua cintai, ternyata ada kejenuhan," kata Ringgo.
Setelah rehat sejenak, Ringgo pun memutuskan untuk mengambil tawaran peran di film JESEDEF ini. Selain telah mengenal sutradara Yandy sebelumnya, Ringgo merasa naskah film ini menjadi awalan yang tepat untuknya untuk kembali menjajaki dunia film yang sempat ditinggalkannya.
"Gua tidak akan pernah mengizinkan anak gua untuk menjadi aktor. Menurut pengalaman gua, menjadi aktor itu tidak keren. Kalau sekarang, anak gua mau jadi aktor, selama ketemu dengan orang kayak Yandy, gua bolehin deh," katanya.
Ringgo pun berterima kasih pada Yandy, tim produksi, dan jajaran pemain yang terlibat dalam film “JESEDEF”. Berkat film ini, ia kembali menemukan 'rasa menyenangkan' dan kecintaannya terhadap dunia perfilman kembali.
"Terima kasih ya melibatkan gua buat semuanya, teman-teman film ini adalah yang paling berharga buat gua," tutupnya. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Beradu peran dengan Quinn Salman dan Michelle Yuri di film Nala: Dengar Aku Juga memberikan pelajaran berharga bagi Ringgo mengenai perbedaan karakter anak.
Bagi Ringgo Agus Rahman, dinamika kehidupan berkeluarga telah mengubah prioritas bicaranya secara drastis.
Ringgo Agus Rahman mengungkapkan bahwa naskah film Esok Tanpa Ibu menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional.
Memerankan sosok Mang Dedi, yang sedianya sebagai seorang penagih utang kemudian beralih fungsi sebagai sosok ayah, membuat Ringgo teringat momen-momen bersama sang anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved