Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADILAN di Iran menjatuhkan vonis enam bulan penjara kepada sutradara kenamaan Saeed Roustaee karena filmnya, Leila's Brothers, ditayangkan di Festival Film Cannes tahun lalu. Hal itu dilaporkan media massa Iran, Selasa (15/8).
Leila's Brothers bercerita mengenai kisah keluarga yang berjuang melawan masalah ekonomi di Teheran. Film itu sudah dilarang diputar di Iran sejak dirilis pada tahun lalu.
Film itu kemudian bersaing untuk meraih Palme d'Or di Festival Film Cannes tahun lalu. Meski gagal menang, Leila's Brothers memenangkan penghargaan dari Federasi Internasional Kritikus Film (FIPRESCI).
Baca juga : Scorsese Dukung Seruan Agar Sutradara Iran Dibebaskan
Pada Selasa (15/8), harian Eternad melaporkan Roustaee, bersama produser film itu, Javad Noruzbegi, dijatuhi hukuman penjara selama 6 bulan karena filmnya ditayangkan di Festival Film Cannes.
Baca juga : Ini Alasan Scorsese tidak Masukkan Filmnya dalam Kompetisi Festival Film Cannes
Roustaee dan Noruzbegi divnos bersalah karena menyebarkan propaganda yang berlawanan dengan sistem Islam.
Leila's Brothers dilarang tayang karena melanggar aturan dengan dikirimkan ke festival film internasional tanpa izin. Sang sutradara juga dianggap bersalah karena menolak memperbaiki pelanggaran itu sesuai permintaan kementerian kebudayaan, ungkap pemerintah Iran, kala itu.
Sutradara dan produser film itu hanya harus menjalankan seperduapuluh dari vonis itu, sekitar sembilan hari, sementara sisa hukumannya dijadikan hukuman percobaan selama 5 tahun.
Baca juga : Sutradara Sebut Film Dealova Adalah Spin Off bukan Sekuel
Selama masa hukuman percobaan itu, sutradara dan produser itu diharuskan mengiktu kelas pembuatan film dengan memperhatikan kepentingan nasional dan etik serta dilarang berhubungan dengan pelaku perfilman Iran lainnya.
Roustaee, 34, menjadi terkenal di dunia internasinal lewat film Just 6.5, yang dirilis pada 2019. Film itu berkisah mengenai masalah narkoba di Iran dan kegagalan polisi mengatasinya. (AFP/Z-1)
Baca juga : Film Ali Topan Tayang Hari Ini
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Film Penerbangan Terakhir menyoroti bagaimana laki-laki sering kali merasa aman di ranah publik saat terlibat hubungan terlarang
Film Suka Duka Tawa mengikuti perjalanan hidup seorang komika muda bernama Tawa yang diperankan oleh Rachel Amanda.
Sutradara legendaris Rob Reiner meninggal dunia bersama sang istri, Michele Singer, setelah keduanya ditemukan tewas di kediaman mereka di Los Angeles, Amerika Serikat.
Jaksa AS menjatuhkan dakwaan pembunuhan tingkat pertama terhadap Nick Reiner, 32, atas kematian tragis kedua orangtuanya, sutradara legendaris Rob Reiner dan istrinya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved