Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA film Dealova versi reboot, Ray Nayoan, mengatakan film garapannya adalah spin off sehingga ceritanya tidak langsung melanjutkan kisah dari film pertama yang tayang pada 2005 silam.
"Ini sebenarnya lebih ke spin off ya dibandingkan sekuel. Kalau sekuel itu kan konsepnya adalah karakternya sama dan semuanya sama," kata Ray, dikutip Rabu (14/2).
Dia mengaku, awalnya, ingin membuat film sekuel Dealova, tetapi karena jarak waktu dengan penayangan film pertamanya sudah hampir 20 tahun sehingga disusun cerita baru dengan tokoh utama bernama Libby (diperankan Givina Lukita).
Baca juga : Fadhilan Intan Bawakan Ulang Lagu Dealova
Kendati demikian, film Dealova versi 2024 dan 2005 masih memiliki keterkaitan karena karakter Libby adalah anak dari Iraz (diperankan Rizky Hanggono), yang merupakan kakak dari tokoh utama di film pertama, Karra (diperankan Jessica Iskandar).
"Kita mengulang pola ceritanya karena pola cerita yang dipakai di Dealova itu adalah cinta segitiga yang platonik," tutur Ray.
Film reboot Dealova dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris di antaranya Givina Lukita, Harris Vriza, Pradikta Wicaksono, Khiva Iskak, Ria Vinola, dan Uus.
Baca juga : Film Ali Topan Tayang Hari Ini
Film tersebut akan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 22 Februari 2024.
Dealova versi reboot berkisah tentang Libby dihadapkan pada dilema pilihan antara menjadi atlet basket pelajar mewakili sekolahnya, atau menjadi putri impian ibunya (diperankan Ria Finola).
Menjelang final kompetisi basket antarsekolah, Libby terpaksa meminta bantuan Tama (diperankan Harris Vriza) untuk melatih teknik bermain basketnya. Sementara Tama adalah mantan atlet basket di sekolah yang terkenal ketus dan biang masalah.
Baca juga : Pasutri Gaje Siap Tayang pada 7 Februari
Di sisi lain, Libby harus menutupi hobi basket dari obsesi ibunya dengan berpura-pura menjadi anggota pemandu sorak. Karena alasan itu, Libby meminta bantuan Abi (diperankan Dikta Wicaksono), anak dari sahabat ibunya yang dijodohkan dengan Libby sejak kecil.
Awalnya, Abi tidak setuju dengan rencana Libby. Namun, karena kedekatannya dengan Libby ia tidak bisa menolak. Diam-diam, mereka selalu mencari alasan untuk bisa keluar rumah dan berlatih basket.
Usaha Libby untuk berprestasi ternyata membuat kedua laki-laki dengan karakter yang berbanding terbalik itu berlomba mencuri hati Libby. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Film ini tentang Libby dihadapakan pada dilema pilihan antara menjadi atlet basket pelajar atau menjadi sesuai keinginan ibunya.
Fadhilah menuturkan, ia menghadirkan lagu yang diciptakan Opick itu dengan mengusung konsep aransemen orkestra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved