Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Trump Tuduh Presiden Israel Bohong soal Pengampunan Netanyahu

Khoerun Nadif Rahmat
23/3/2026 17:35
Trump Tuduh Presiden Israel Bohong soal Pengampunan Netanyahu
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy Jordan)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tudingan keras kepada Presiden Israel Isaac Herzog terkait janji pengampunan bagi Benjamin Netanyahu yang disebut tidak pernah ditepati.

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyerang secara verbal Presiden Israel Isaac Herzog.

Trump menyebut Herzog sebagai sosok yang "lemah dan menyedihkan" serta menuduhnya berbohong terkait janji pemberian pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi kasus korupsi.

Dalam wawancara dengan Saluran 14 Israel, Trump menyatakan bahwa Herzog telah berulang kali menyampaikan janji tersebut kepadanya.

"Dia mengatakan kepada saya berkali-kali, lebih dari sekali, bahwa dia akan memberikan pengampunan kepadanya (Netanyahu), dan dia membohongi saya," ujar Trump dikutip dari Anadolu Ajansi.

Trump menilai proses persidangan korupsi terhadap Netanyahu mengganggu fokus Israel dalam menghadapi situasi perang. Ia menyebut persoalan hukum tersebut sebagai beban yang tidak perlu.

"Bibi perlu fokus pada perang, bukan pada omong kosong," tegasnya.

Pernyataan tersebut bukan yang pertama kali disampaikan Trump. Sebelumnya, ia juga pernah menyebut Herzog sebagai "orang yang lemah dan tidak berguna" serta menuding penggunaan kewenangan pengampunan sebagai alat tawar politik.

Namun, tudingan itu dibantah oleh pejabat senior Israel. Pihak Israel menegaskan bahwa Herzog tidak pernah memberikan janji pengampunan tersebut.

Disebutkan bahwa Herzog hanya menyampaikan kepada penasihat Trump bahwa ia akan mempertimbangkan permintaan itu sesuai prosedur hukum yang berlaku di Israel.

Sementara itu, Netanyahu masih menghadapi sejumlah dakwaan korupsi di dalam negeri. Ia dituduh menerima berbagai keuntungan dari pengusaha dan taipan media sebagai imbalan atas kebijakan regulasi, langkah legislatif, serta dukungan diplomatik.

Di tengah situasi tersebut, Trump juga menolak memberikan rincian terkait kemungkinan langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran, khususnya menyangkut potensi penargetan atau penyitaan infrastruktur minyak dan gas.

Ia menyatakan belum dapat memberikan jawaban pada tahap ini.

Ketegangan kawasan meningkat sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian melakukan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya