Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Trump Kerahkan Agen ICE ke Bandara Atasi Antrean Panjang Dampak 'Shutdown'

Thalatie K Yani
23/3/2026 08:39
Trump Kerahkan Agen ICE ke Bandara Atasi Antrean Panjang Dampak 'Shutdown'
Presiden Donald Trump instruksikan agen ICE bantu pengamanan di bandara AS mulai Senin. Langkah ini menuai kritik tajam dari serikat pekerja TSA dan Demokrat.(freedom News)

PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump mengambil langkah drastis untuk mengatasi kekacauan di bandara-bandara Amerika Serikat. Mulai Senin waktu setempat, agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) akan dikerahkan ke titik-titik pemeriksaan keamanan guna membantu mengurai antrean penumpang yang kian memanjang.

Kebijakan ini diambil di tengah penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) yang telah melumpuhkan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sejak pertengahan Februari. Akibatnya, ribuan petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) terpaksa bekerja tanpa gaji, memicu lonjakan absensi dan pengunduran diri massal.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Presiden Trump mengonfirmasi rencana tersebut.

"Pada hari Senin, ICE akan pergi ke bandara untuk membantu Agen TSA kami yang luar biasa yang tetap bertahan dalam pekerjaan mereka," tulis Trump.

Peran Agen ICE di Lapangan

Meskipun dikerahkan ke bandara, Direktur Perbatasan Tom Homan menegaskan agen ICE tidak akan terlibat langsung dalam proses pemindaian (screening) penumpang. Fokus utama mereka adalah mengambil alih tugas-tugas pendukung agar petugas TSA bisa fokus pada keahlian utama mereka.

"Hal itu membebaskan petugas TSA untuk melakukan pemindaian dan mengurangi antrean tersebut," ujar Homan kepada CNN. Ia menambahkan bahwa agen ICE kemungkinan akan menjaga titik masuk dan keluar bandara.

Menteri Transportasi Sean Duffy menambahkan agen ICE memiliki pengalaman yang relevan karena mereka mengoperasikan "jenis mesin keamanan yang sama di perbatasan selatan" untuk memeriksa paket dan orang.

Gelombang Protes dan Kritik Tajam

Keputusan ini langsung memicu reaksi keras, terutama dari serikat pekerja yang mewakili petugas TSA. Everett Kelley, Presiden Federasi Pegawai Pemerintah Amerika (AFGE), menegaskan bahwa anggotanya berhak mendapatkan kepastian gaji, bukan penggantian peran.

"Anggota kami di TSA telah hadir setiap hari, tanpa gaji, karena mereka percaya pada misi menjaga keamanan publik yang terbang. Mereka layak dibayar, bukan digantikan oleh agen bersenjata tidak terlatih yang telah menunjukkan betapa berbahayanya mereka," tegas Kelley.

Kritik senada datang dari Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries. Ia menilai pengerjaan agen ICE di area sensitif seperti bandara adalah langkah yang salah. Menurutnya, agen-agen tersebut tidak memiliki pelatihan khusus untuk menangani situasi di bandara.

Dampak Shutdown yang Kian Meluas

Gedung Putih melaporkan lebih dari 400 agen TSA telah mengundurkan diri sejak penutupan pemerintahan dimulai. Krisis ini berakar dari kegagalan Kongres mencapai kesepakatan pendanaan DHS, yang akhirnya berdampak langsung pada kelancaran transportasi udara nasional.

Di sisi lain, Partai Demokrat terus mendesak reformasi di tubuh ICE menyusul insiden fatal di Minneapolis pada Januari lalu. Mereka menuntut aturan yang lebih ketat terkait identifikasi petugas dan penggunaan surat perintah, sementara proses legislasi untuk mendanai DHS kembali kandas di Senat pada Jumat lalu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya