Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PENULIS cerita Dikta dan Hukum, Dhia'an Farah atau yang akrab disapa Ara, mengaku tidak menyangka karyanya akan memiliki banyak penggemar.
"Senang banget. Awalnya nggak nyangka (akan ramai peminat). Soalnya kalau Dikta dan Hukum tuh lebih ke isengnya aku bikin AU (Alternate Universe) di Twitter. Jadi ketika dia (cerita tersebut) ramai, benar-benar di luar ekspektasi aku kan. Melebihi malah," ungkap Ara, dikutip Kamis (21/7).
Setelah menarik perhatian di Twitter, AU Dikta dan Hukum pun kemudian diangkat menjadi sebuah novel dengan judul yang sama. Ara mengaku proses pembuatan novel Dikta dan Hukum berlangsung selama 1 bulan.
Baca juga: Demi Peran di Dikta dan Hukum, Ajil Ditto Turunkan 12 Kilogram
"Kalau novel itu pengerjaannya 1 bulan lebih. Kalau AU-nya itu agak lama soalnya itu kan bersambung gitu. Kalau untuk inspirasi, kalau jalan cerita dari aku sendiri. Tapi kalau beberapa karakter, ada inspirasi dari real life aku. Terutama tokoh Dikta," kata Ara.
Kendati demikian, Ara menjelaskan beberapa cerita di serial Dikta dan Hukum berbeda dengan kisah di novel. Sebab, beberapa kisah di buku tidak dapat divisualisasikan.
"Jelas pasti ada. Tapi perubahannya untuk menyempurnakan. Soalnya ada beberapa di buku yang nggak bisa divisualisasikan," jelas Ara.
Untuk pemilihan karakter, sebagai penulis, Ara pun turut berkontribusi dalam pemilihan karakter Dikta dan Nadhira.
Dalam serial Dikta dan Hukum, peran Dikta dimainkan oleh Ajil Ditto sementara Nadhira diperankan oleh Natasha Wilona.
Tidak hanya pemilihan karakter, Ara pun juga mengatakan bahwa dia turut mendampingi proses syuting dari serial Dikta dan Hukum.
"Kalau pemain, aku dilibatkan (dalam memilih). Kita benar-benar milih bareng-bareng. Jadi prosesnya lumayan agak lama karena harus sesuai sama semuanya. Kesepakatan bersama. Di lokasi aku juga ada di sana. Mantau juga. Lihat juga," ujar Ara.
Serial Dikta dan Hukum akan segera ditayangkan di platform WeTV. Ara berharap, serial tersebut juga dapat disayangi oleh para penggemar Dikta dan Hukum.
"Semoga teman-teman apalagi dari pembaca, sayang sama series-nya. Karena series-nya benar-benar banyak perjuangannya juga dari para cast, director, semuanya," tutup Ara. (Ant/OL-1)
Salah satu wujud nyata komitmen Andrean Hendranata adalah karya bukunya berjudul Topeng yang Memikat: Memahami Bahaya NPD & Cara Melindungi Diri.
SALAH satu misi fundamental didirikannya negara ini ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.
PARA kader muda Partai Golkar yang berasal dari latar belakang aktivisme organisasi Cipayung dan BEM meluncurkan buku reflektif.
Buku ini hadir sebagai respons atas fenomena pencucian uang yang tidak lagi mengenal batas geografis dan sering kali tak tersentuh oleh hukum nasional yang lemah atau lamban.
Buku yang ditulis Kelly Tandiono tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat pertama kali menyelam pada 2011.
Buku, disebut Dedi, merupakan medium yang efektif untuk memperkenalkan kecintaan terhadap alam Indonesia kepada anak-anak, sekaligus menumbuhkan empati terhadap lingkungan.
Drama Legend of the Female General ini diadaptasi dari novel populer Rebirth of a Star General dan langsung viral berkat kisah penuh intrik politik, aksi peperangan, serta romansa yang hangat.
Pedang Mawar berpusat pada kisah Hua Deng Yan, diperankan oleh Dilraba Dirmulat adalah seorang polisi wanita cerdas dan berani.
Mengusung kisah epik berlatar perang, serial Legend of the Female General menggabungkan unsur aksi, politik, dan romansa dengan eksekusi yang rapi.
Serial Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap bukan sekadar kisah pengkhianatan, tetapi perjuangan seorang istri yang merebut kembali harga dirinya.
Swipe Right, serial terbaru dari WeTV, membawa pesan kuat tentang keberanian seorang perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Setelah sempat absen dari layar kaca, keterlibatan Arya Saloka dalam serial ini langsung disambut antusiasme tinggi dari publik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved