Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Muhammad Fazzill Alditto atau yang populer dikenal sebagai Ajil Ditto rela menurunkan berat badan hingga 12 kilogram selama 1 bulan untuk memaksimalkan perannya di serial Dikta dan Hukum.
"Sebenarnya, aku menggunakan metode yang sangat tidak dianjurkan karena metodenya itu metode kilat. Kurang dari 1 bulan itu harus nurunin berat badan. Awalnya target turun 7 kilo, tapi lama-lama kebablasan jadi malah 12 kilo," kata Ajil saat dijumpai di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (20/7).
Lebih lanjut, Ajil pun menjelaskan metode yang dia gunakan juga merupakan diet ketat yang sangat tidak sehat. Sehingga, Ajil menganjurkan agar jangan meniru pola menurunkan berat badan yang dia terapkan untuk perannya sebagai Dikta di serial ini.
Baca juga: Serial Dikta dan Hukum akan Tayang di WeTV Mulai 29 Juli
"Ini aku ceritakan tapi bukan untuk ditiru ya. Aku makan jam 1 siang, hanya makan ayam fillet. Dadanya sama sayuran. Terus sekitar jam 5 sore aku makan telur rebus, putihnya saja. Terus jam 6 sore aku minum americano. Karena yang aku tahu, kopi itu sangat membantu untuk pembakaran lemak," kata Ajil.
"Jam 7 aku muay thai, sampai jam 9 atau jam 10. Baru setelah itu aku tidur. Malah kadang aku begadang untuk ngedapetin kurusnya bukan yang kurus sehat. Jadi ngincernya bukan ke sehat," tambahnya.
Selain itu, Ajil juga mengaku diet yang dia lakukan sama sekali tidak melibatkan dokter atau ahli gizi. Bahkan, Ajil pun mengatakan dia sempat mendapatkan protes lantaran melakukan pola diet yang tidak sehat.
"Nggak pakai dokter atau ahli gizi sama sekali. Malah ketika ngobrol sama orang medis di lokasi, orang medisnya marah-marah. Mereka dengarnya juga pada ngucap Ya Allah semuanya. Tapi Alhamdulillah masih aman. Nggak ada kenapa-napa," ujar Ajil.
Meskipun harus rela menurunkan berat badan hingga 12 kilogram, Ajil tidak menganggap hal itu sebagai beban.
Selain itu, Ajil menganggap hal itu merupakan kesempatan untuknya dapat menurunkan berat badan.
"Sebenarnya kalau dibilang beban sih nggak tapi lebih ke challenge saja. Sekaligus rasa kalau memang ini jadi tempat buat kerja sekaligus diet, ya why not? Apalagi sebelumnya memang ada rencana mau diet, tapi nggak pernah terealisasikan. Karena cuma niat doang," jelas Ajil.
"Alhamdulillah nggak sampai sakit ya. Karena didasari sama semangat yang memang ketika pertama kali nerima sinopsis Dikta dan Hukum ini, yang dibayanganku adalah ini ceritanya bagus banget," tutupnya.
Serial Dikta dan Hukum akan dirilis melalui platform WeTV mulai 29 Juli 2022. (Ant/OL-1)
Sejak episode perdana Shine On Me, chemistry emosional yang kuat antara keduanya menjadi daya tarik utama yang memikat penonton untuk terus mengikuti perkembangan cerita.
Hingga kini, tercatat sudah ada tiga judul serial WeTV yang mempercayakan peran kepada Davina Karamoy, mulai dari karakter pendukung hingga didapuk sebagai pemeran utama.
Serial drama romansa Melindungimu Selamanya mempertemukan kembali Marshanda dan Stefan William sebagai pemeran utama, menghadirkan kisah cinta pertama yang tidak pernah benar-benar usai.
Serial Melindungimu Selamanya mengangkat tema cinta pertama yang belum usai.
Sebagai Global Ambassador WeTV, baik Zhou Yiran maupun Meng Ziyi mengaku senang dapat bertemu dengan para penggemar.
ZHOU Yiran (周翊然), aktor dan penyanyi kelahiran Chongqing, 22 November 2000 saat ini merupakan salah satu bintang ternama asal Tiongkok.
Natasha juga mengaku dirinya adalah seorang perempuan yang kuat. Dia tidak akan mudah menangis seperti sosok Nadhira yang tampak sering mengeluarkan air mata.
Serial Dikta dan Hukum akan segera ditayangkan di platform WeTV. Ara berharap, serial tersebut juga dapat disayangi oleh para penggemar Dikta dan Hukum.
Dikta dan Hukum diangkat dari sebuah novel dan AU Twitter (Alternate Universe) karya Dhia'an Farah.
Kisah Dikta dan Hukum pertama kali dipublikasikan di Twitter pada 5 Agustus 2020 oleh @Kejeffreyan atau Dhia'an Farah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved