Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Menengok Masa Lalu Calon Bintang K-Pop Melalui Reality Show Reply High School

Basuki Eka Purnama
16/2/2026 20:42
Menengok Masa Lalu Calon Bintang K-Pop Melalui Reality Show Reply High School
Poster reality show Reply High School(MI/HO)

BAGAIMANA jadinya jika para calon bintang K-pop masa depan harus menanggalkan kemewahan panggung dan kembali ke bangku sekolah di era yang berbeda-beda? 

Pertanyaan unik inilah yang menjadi sajian utama dalam reality show terbaru bertajuk Reply High School. Program yang memulai debut penayangannya pada 13 Februari 2026 ini hadir secara eksklusif di platform WeTV setiap pukul 20.00 WIB.

Reply High School menyoroti perjalanan SMTR25, sebuah grup berisi 15 trainee pria berbakat di bawah naungan agensi raksasa Korea Selatan, SM Entertainment. 

Kelima belas trainee tersebut adalah Nicholas, Kassho, Justin, Hyunjun, Woolin, Hanbi, Songha, Kachin, Sadaharu, Tata, Daniel, Haruta, Hamin, Charlie, dan Jaewon.

Berbeda dengan kebanyakan program pencarian bakat atau survival show yang kerap diwarnai ketegangan kompetisi, Reply High School memilih jalur yang lebih hangat dan humanis. 

Program ini secara berani meniadakan sistem eliminasi. Fokus utamanya bukan tentang siapa yang tersingkir, melainkan tentang keseharian, kerja sama tim, serta pertumbuhan personal para trainee sebelum mereka resmi melangkah ke panggung debut.

Daya tarik utama acara ini terletak pada konsep time-slip atau perjalanan lintas waktu. Para anggota SMTR25 akan dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tiga era sekolah yang berbeda: era 1990-an, 2000-an, dan 2010-an. 

Setiap era dipilih untuk merepresentasikan dinamika sosial dan karakter budaya pada zamannya masing-masing.

Melalui pembagian kelas ini, penonton akan diajak melihat bagaimana para calon idol ini beradaptasi dengan budaya sekolah yang mungkin jauh berbeda dengan apa yang mereka kenal saat ini. 

Mulai dari gaya berpakaian, kebiasaan sehari-hari, hingga cara mereka membangun dinamika pertemanan di tengah keterbatasan teknologi pada era lama.

Perjalanan lintas waktu ini tidak sekadar menghadirkan nuansa nostalgia bagi penonton, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para anggota SMTR25. 

Melalui interaksi yang terjadi secara natural dan autentik, mereka ditantang untuk memahami proses dan tantangan hidup di masa lalu, yang diharapkan dapat memperkaya perspektif mereka dalam memaknai perjalanan menuju karier profesional sebagai seorang idol.

Dengan pendekatan yang menyentuh sisi emosional, Reply High School menjanjikan sebuah tontonan yang tidak hanya memperlihatkan ambisi dan mimpi, tetapi juga ikatan persaudaraan yang kuat di antara ke-15 trainee SMTR25. 

Acara ini menjadi bukti bahwa proses belajar dan pertumbuhan karakter adalah elemen yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis di industri hiburan global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik