Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA film Ngeri Ngeri Sedap, Bene Dion Rajagukguk, mengaku mengangkat keresahan anak-anak muda suku Batak di film terbarunya.
Ngeri Ngeri Sedap mengangkat dinamika orangtua dan empat anak dalam keluarga Batak dengan permasalahan dan sudut pandang masing-masing.
Bene mengatakan, ide cerita dari film ini datang dari berbagai macam keresahan anak-anak Batak terhadap orangtua mereka.
Baca juga : Bene Dion Tertantang Saat Syuting Agak Laen
"Saya bikin survei di Twitter, saya bilang mau bikin film Batak, nanya ke mereka keresahan apa yang mau dimasukkan dalam film ini, harapannya apa yang disampaikan bisa relate ke banyak orang," ujar Bene saat pemutaran perdana film Ngeri Ngeri Sedap, Rabu (25/5).
Selain keresahan dari para pengikutnya di Twitter, Bene juga mengatakan bahwa Ngeri Ngeri Sedap merupakan bentuk dari curhatan dirinya, kritik dan dukungan terhadap budaya Batak serta memberikan warna baru bagi film Indonesia.
Sutradara Cek Toko Sebelah The Series itu mengatakan film tersebut sangat personal baginya, tidak heran ia sempat terharu saat melakukan proses editing lantaran mewakili perasaan banyak orang.
Baca juga : Bene Dion Kisahkan Keluarga Batak Lewat Ngeri Ngeri Sedap
"Apa yang ada adalah ramuan dari keresahan banyak orang, makanya ketika mengerjakan ada perasaan personal makanya terharu karena ini ada misi pribadi," katanya.
Bene berharap Ngeri Ngeri Sedap bisa menjembatani dan juga memperbaiki hubungan antara anak dan orangtua.
"Film ini menghadirkan perspektif banyak anggota keluarga, orangtua ke anak, anak ke orangtua. Ini tidak mengkritik anak, ini tidak mengkritik orangtua, mari sama-sama mencari komunikasi untuk saling mengasihi keluarga," pungkas Bene. (Ant/OL-1)
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved