Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA tahun setelah Konser Salam Dua Jari, puluhan seniman musik termasuk Slank akan mengadakan konser serupa untuk mendukung kandidat petahana Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Konser akan digelar pada 13 April di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kali ini, gerakan dukungan ini dibungkus dalam tajuk berbeda, yaitu #BarengJokowi.
Dalam Pilpres 2019, Jokowi dan Ma'ruf Amin maju sebagai pasangan kandidat nomor urut 1.
"Nanti 13 april di GBK, kami mau bikin konser ramai-ramai bareng Jokowi. Insyaallah," kata Bimbim Slank di markas Gang Potlot, Jumat (15/3).
"Kami ingin menegaskan, kami ini gerakan moral, tidak ingin apa-apa, hanya ingin berjuang bareng Jokowi. Back to GBK," lanjutnya.
Baca juga: Salam Baik, Lagu Oppie Andaresta untuk Jokowi
Abdee, salah satu penggagas utama, menyatakan konser 13 April nanti akan menjadi sesuatu yang lebih besar dibanding konser serupa lima tahun silam.
"Seharusnya lebih besar karena kami Slank malas mengulang lagi – harus sesuatu yang baru."
"Sesuai judulnya, konser akan mengajak semua orang untuk bersama-sama mendukung Jokowi," imbuhnya.
Selain Slank, ada 100-an artis, budayawan, dan selebritas yang akan terlibat. Sebagian besar juga pernah bergabung dalam gerakan dukungan Jokowi dalam Pilpres 2014.
Selain menyiapkan konser, Slank juga berkolaborasi dengan puluhan seniman dan pesohor tersebut untuk membuat lagu dan video musik baru.
Lagu ini diberi judul #BarengJokowi dan akan dirilis di media sosial dalam waktu dekat.
Beberapa nama yang akan tampil dalam konser itu adalah Oppie Andaresta, Joe Tirta, Ananda Sukarlan, Anwar Fuady, Butet Kartaredjasa, Che Cupumanik, Christine Hakim, Desta, Dira Sugandi, Eddi Brokoli, Iis Dahlia, Iwa K, John Paul Ivan, Keenan Nasution, Mang Saswi, Marcello Tahitoe, Monita Tahalea, Once Mekel, Poppy Sovia, Sophia Latjuba, Uus, dan Yama Carlos.
Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019. (Medcom/OL-2)
Lagu Hancur Dulu menjadi penanda perjalanan batin Ashilla dalam memahami diri sendiri dan keluar dari fase penyangkalan (denial) yang selama ini membelenggunya.
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
Proses kreatif kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang intens bagi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie.
PIKOTARO mengaku bahwa inspirasi lagu ini lahir langsung dari interaksinya dengan anak-anak pejuang kanker.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Lagu Syakara dari Societeit de Harmonie hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari beban kecemasan, keluhan, dan tuntutan hidup yang kerap mendominasi.
Mantan Bupati Indramayu Nina Dai Bachtiar menemui Jokowi di Solo untuk meminta restu bergabung ke PSI.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved