Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Prabowo Sangat Marah atas Koreksi Tajam IHSG Usai MSCI Bekukan Peningkatan Bobot Saham Indonesia

Insi Nantika Jelita
11/2/2026 16:34
Prabowo Sangat Marah atas Koreksi Tajam IHSG Usai MSCI Bekukan Peningkatan Bobot Saham Indonesia
Presiden Prabowo Subianto(Biro Pers Sekretariat Presiden.)

UTUSAN Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sangat marah atas gejolak yang terjadi di pasar saham domestik dalam dua pekan terakhir.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi tajam setelah pengumuman signifikan dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada Rabu, 28 Januari 2026, MSCI mengumumkan pembekuan terhadap setiap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya. Keputusan tersebut langsung memicu tekanan di pasar saham nasional.

Situasi itu kemudian diikuti dengan pengunduran diri sejumlah pimpinan lembaga pasar keuangan. Hashim menegaskan, kemarahan Presiden dipicu oleh dampak yang ditimbulkan terhadap kehormatan dan kredibilitas negara.

"Saya mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2).

Ia kemudian menyinggung langsung peristiwa yang menjadi sorotan publik tersebut soal  MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia karena menilai transparansi dan keandalan data free float masih belum memadai

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley. Pasar saham (Indonesia) jatuh, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," kata Hashim

Menurutnya, terdapat alasan di balik kemarahan Prabowo. MSCI, kata Hashim, telah mengirim empat surat ke pemerintah terkait transparansi di pasar modal. Namun, Kepala Negara tidak mengetahui hal tersebut.

“Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan.. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, adik kandung Prabowo itu menegaskan pemerintah bertekad menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia.

"Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," terangnya.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut akan diteliti secara cermat dan diawasi secara ketat agar tidak kembali merugikan investor.

"Dan itu akan diteliti dengan cermat, dan akan ada banyak pengawasan. Karena banyak orang yang menjadi korban dari apa yang terjadi minggu lalu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga menyampaikan peringatan langsung kepada Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik serta Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Ini berkaitan dengan tranparansi pasar modal.

"Jadi, saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey dan Pak Hasan. Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat. Dan saya serius," imbuhnya.

"Jadi jangan tersinggung, Pak. Anda masih baru di posisi ini, tapi jangan tersinggung," pungkasnya. (Ins/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya