Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya tidak akan memelas demi menarik investor asing masuk ke Indonesia. Ia meyakini investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) akan datang dengan sendirinya ke negara yang mampu menawarkan tingkat pengembalian terbaik.
Menurut Purbaya, kunci utama menarik FDI dengan memperbaiki kondisi ekonomi domestik. Ia menilai, ketika perekonomian tumbuh tinggi, akan menarik investor karena mampu memberikan imbal hasil yang kompetitif.
"Saya tidak ingin mendatangi mereka (investor asing), dan memohon-mohon, sementara kondisi ekonomi domestik sedang tidak baik," katanya dalam acara Indonesia Economic Summit, Jakarta, Selasa (3/2).
Ia menegaskan, kondisi ekonomi dalam negeri yang kuat merupakan prasyarat utama sebelum mengundang masuk FDI. Dengan pertumbuhan ekonomi yang solid, pemerintah akan lebih mudah menarik investor asing ke Indonesia.
"Menurut saya, lebih baik fokus pada peningkatan kondisi ekonomi yang secara otomatis akan mengundang mereka (investor asing), atau menarik mereka ke negara ini," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kepastian dan kejelasan bagi investor, Purbaya mengaku percaya diri. Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir investor memang menyaksikan perlambatan ekonomi Indonesia. Bahkan, titik terendah pertumbuhan terjadi pada Agustus tahun lalu, saat kondisi sosial dan ekonomi memburuk akibat minimnya lapangan kerja. Situasi tersebut, kata dia, menjadi latar belakang penunjukannya sebagai menteri keuangan untuk membalikkan arah perekonomian. Saat ini, Purbaya mengeklaim ekonomi Indonesia telah bergerak ke arah yang benar dan terus berakselerasi.
"Namun setelah empat bulan berjalan, apa yang terjadi di perekonomian menunjukkan bahwa pemulihan sangat kuat dan akan semakin kuat,” ujar Bendahara Negara.
Kendati demikian, ia menyebut isu transparansi masih menjadi tantangan di pasar keuangan.Pada Rabu, (28/1) penyedian indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan terhadap setiap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya, yang langsung memicu tekanan di pasar saham.
“Jika kita memperbaiki ketidaktransparanan, kita akan menghilangkan penyakit dari pasar,” katanya.
Dengan peningkatan transparansi, lanjut Purbaya, pelaku pasar akan optimistis dengan ekonomi Indonesia.
"Kami akan menerapkan transparansi di pasar, dan orang-orang akan kembali melihat fundamental ekonomi, yang kuat karena kita sedang memperbaiki kondisi ekonomi," pungkasnya.
Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menegaskan, kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% ialah peningkatan investasi sektor swasta. Namun, Mari menekankan bukan hanya kuantitas investasi yang penting, melainkan juga kualitasnya, terutama dalam meningkatkan produktivitas usaha.
"Ini yang menjadi tantangan besar dalam hal peran sektor swasta," katanya.
Mantan direktur pelaksana World Bank itu menerangkan persoalan yang menghambat produktivitas. Antara lain soal iklim investasi yang belum kondusif, tingginya biaya menjalankan bisnis, lemahnya kebijakan persaingan, minimnya kepastian hukum, serta inkonsistensi kebijakan.
Selain tantangan domestik, ketidakpastian global juga masih mengintai. Perang tarif digunakan sebagai alat tekanan politik dan keamanan, yang tidak hanya menyangkut aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tetapi juga beririsan dengan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di saat yang sama, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan perubahan iklim, disrupsi digital, serta ketahanan pangan. Oleh karena itu, Mari menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan aspek iklim, ketahanan ekonomi, pemerataan, serta penciptaan lapangan kerja yang layak. (E-4)
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono unggah video polemik anggaran kapal. Purbaya akui mungkin salah data. Ini respons lengkapnya.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Sejumlah wajah baru muncuk dalam peta awal bakal calon presiden 2029.
JSMR layak dicermati sebagai saham trading buy dengan target 4.000. Di tengah volatilitas pasar, karakter bisnis jalan tol yang berbasis pendapatan berulang membuat JSMR relatif defensif.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investor asing memiliki peluang untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
DI tengah tekanan pasar global dan sentimen risk-off yang membuat banyak grup konglomerasi tertekan, Adaro Group justru tampil berbeda.
Saham BBCA tertekan aksi net sell asing 79,7 juta saham. Harga turun 3,75% ke level Rp7.700. Simak analisis teknikal dan proyeksinya.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved