Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tak khawatir soal kemungkinan penurunan peringkat Indonesia dalam klasifikasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Saat ini, Indonesia berada dalam kategori emerging markets atau pasar berkembang, dan terancam turun ke kelas frontier markets atau pasar pra-berkembang. Ini setelah MSCI mengumumkan pembekuan terhadap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya, yang memicu tekanan di pasar saham.
MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan perbaikan, khususnya terkait transparansi dan tingkat investabilitas pasar.
“Tidak (khawatir), karena kondisi kita sedang membaik. Kecuali jika kita mengabaikan peringatan MSCI hingga Mei, maka kita harus khawatir,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut Purbaya, pemerintah bersama seluruh regulator pasar telah mengambil langkah dan pendekatan yang tepat untuk memastikan seluruh rekomendasi MSCI dapat dipenuhi sebelum batas waktu tersebut.
Ia optimistis Indonesia akan mampu memenuhi standar yang diminta. Dengan demikian, ia menilai investasi di Indonesia tidak akan menghadapi kendala berarti ke depannya.
“Saya pikir pemerintah dan setiap regulator pasar telah mengambil pendekatan yang tepat untuk memastikan sebelum Mei tahun ini, kita akan memenuhi apa yang diinginkan MSCI," kata Bendahara Negara.
"Jadi, berinvestasi di sini seharusnya tidak masalah. Kami akan mengikuti dan mematuhi praktik terbaik global,” lanjutnya.
Purbaya juga menyinggung soal keluarnya sejumlah pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI pasca pengumuman MSCI. Menurutnya, langkah tersebut justru mencerminkan bentuk tanggung jawab atas pengelolaan pasar yang dinilai belum optimal.
“Tidakkah menurutmu ini pertanda baik? Pasar tidak dikelola dengan benar. Dan ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, maka mereka harus bertanggung jawab karena kita tahu bahwa mereka tidak menanggapi keinginan MSCI dengan tepat,” kata Purbaya.
Ia menegaskan OJK dan BEI memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan pasar modal. Karena itu, menurutnya, adanya pergantian pimpinan menunjukkan kesadaran atas kesalahan yang terjadi dan komitmen untuk memperbaiki tata kelola ke depan. (E-4)
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Sejumlah wajah baru muncuk dalam peta awal bakal calon presiden 2029.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kegaduhan akibat penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
KPK mengungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya atau KKP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono menerima uang gratifikasi sebesar Rp800 juta, berikut fakta-faktanya
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved