Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAMS PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (21/1). Dilansir dari Ajaib Official aksi jual bersih (net sell) investor asing masih mendominasi pergerakan saham bank berkapitalisasi terbesar di Indonesia ini, sehingga mendorong harga BBCA turun ke level terendah dalam beberapa waktu terakhir.
Sejak Rabu (20/1) tekanan dari arus dana asing tersebut membuat BBCA menjadi salah satu saham perbankan big caps yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada hari itu.
Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA ditutup melemah 300 poin atau 3,75% ke level Rp 7.700 per saham. Pelemahan ini tercatat sebagai salah satu yang terdalam di sektor perbankan utama.
Investor asing tercatat melakukan net sell sekitar 79,7 juta saham BBCA, dengan total penjualan mencapai 141,75 juta saham, sementara pembelian asing berada di kisaran 62,05 juta saham.
Jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan, aksi net sell asing tersebut diperkirakan setara dengan sekitar Rp 600 miliar, mencerminkan tekanan jual yang cukup signifikan dalam satu hari perdagangan.
Secara teknikal dan aliran dana, pola perdagangan BBCA menunjukkan bahwa investor asing masih berada dalam fase distribusi. Rata-rata harga jual asing tercatat lebih tinggi dibandingkan harga penutupan, menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Selain itu, saham BBCA juga telah menembus ke bawah area konsolidasi Rp8.000-Rp8.100, yang sebelumnya menjadi support kuat. Breakdown dari zona tersebut memperkuat sinyal bahwa tren jangka pendek BBCA masih berada dalam tekanan bearish.
Kondisi ini membuat pergerakan BBCA masih sangat sensitif terhadap arus dana asing dan sentimen global, termasuk pergerakan nilai tukar dan dinamika pasar saham regional.
Melihat besarnya volume net sell asing dalam satu hari, tekanan jual pada saham BBCA diperkirakan belum sepenuhnya selesai. Dalam beberapa kasus sebelumnya, net sell asing dengan volume besar pada saham blue chip kerap berlanjut selama beberapa hari perdagangan berikutnya, meski dengan intensitas yang lebih moderat.
Dalam jangka pendek, net sell asing BBCA masih berpotensi berada di kisaran puluhan juta saham per hari, terutama jika belum ada perbaikan signifikan pada sentimen pasar dan aliran dana asing ke pasar saham domestik.
Namun demikian, perlambatan tekanan jual dapat mulai terlihat apabila volume distribusi asing menyusut dan harga saham mulai bergerak stabil di area support terdekat.
Dari sisi indikator teknikal, Relative Strength Index (RSI) saham BBCA berada di kisaran level 33, yang mengindikasikan kondisi mulai mendekati jenuh jual (oversold).
Meski demikian, kondisi oversold tidak selalu langsung diikuti oleh pembalikan arah. Selama tekanan jual asing masih berlangsung, BBCA masih berpotensi mengalami fluktuasi dan pelemahan lanjutan.
Level support berikutnya berada di area Rp7.600 hingga Rp7.500. Area ini menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai potensi zona konsolidasi sebelum arah pergerakan selanjutnya terbentuk. (Data Ajaib Official/Candel stick Ajaib Sekuritas/Z-10)
Beredar kabar, rekening dana nasabah (RDN) PT Panca Global Sekuritas di BCA dibobol dengan kerugian Rp70 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved