Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pendekatan Satu Pintu Didorong untuk Permudah Ekspansi Bisnis Investor Global

Putri Anisa Yuliani
16/1/2026 14:17
Pendekatan Satu Pintu Didorong untuk Permudah Ekspansi Bisnis Investor Global
Melalui The Indonesia Gateway, XPND menawarkan pendekatan yang menggabungkan perencanaan strategi masuk pasar, pendirian badan usaha, serta kesiapan operasional dalam satu kerangka kerja. Model ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi investor sejak(Dok. PT Ekspansi Bisnis Indonesia (XPND))

UPAYA menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia terus diiringi dengan kebutuhan akan kepastian regulasi dan kesiapan operasional. Menjelang momentum investasi 2026, tantangan utama yang kerap dihadapi perusahaan asing bukan lagi pada minat pasar, melainkan pada kompleksitas proses masuk dan struktur bisnis di dalam negeri.

PT Ekspansi Bisnis Indonesia (XPND) merespons kebutuhan tersebut dengan meluncurkan inisiatif The Indonesia Gateway: Accelerating Business Expansion 2026 di Jakarta. Program ini dirancang sebagai layanan terintegrasi untuk membantu perusahaan asing dan investor global menavigasi proses ekspansi bisnis di Indonesia secara lebih sistematis dan patuh regulasi.

Indonesia dipandang memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi, seiring pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro yang relatif terjaga. Namun, perbedaan sistem hukum, proses perizinan, hingga pemahaman praktik bisnis lokal kerap menjadi faktor yang memperlambat realisasi investasi.

Melalui The Indonesia Gateway, XPND menawarkan pendekatan yang menggabungkan perencanaan strategi masuk pasar, pendirian badan usaha, serta kesiapan operasional dalam satu kerangka kerja. Model ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi investor sejak tahap awal, sehingga meminimalkan risiko hambatan di fase implementasi.

Chairman XPND, Agustianto Batubara, mengatakan bahwa peluang besar Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat terhadap karakter regulasi domestik. 

"Indonesia menawarkan peluang yang luas, tetapi juga memiliki karakter regulasi yang spesifik. Kehadiran The Indonesia Gateway diharapkan dapat membantu investor memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis di Indonesia secara lebih sistematis," ujarnya dalam peluncuran program tersebut.

Dalam implementasinya, XPND membangun ekosistem layanan yang mencakup empat pilar utama. Pertama, konsultasi strategi masuk pasar untuk membantu investor menentukan struktur dan pendekatan bisnis yang paling sesuai. Kedua, layanan pendirian badan usaha dan kepatuhan hukum. Ketiga, layanan keimigrasian bagi tenaga kerja asing. Keempat, dukungan operasional bisnis agar perusahaan dapat segera beroperasi secara efektif di Indonesia.

CEO XPND, Vidvant Brahmantyo, menilai bahwa kendala terbesar ekspansi sering kali muncul pada fase awal operasional. 

"Banyak perusahaan menghadapi kendala bukan karena produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi karena kompleksitas proses administrasi dan kepatuhan," katanya.

Menurut Vidvant, pendekatan layanan yang terintegrasi memungkinkan perusahaan menyiapkan struktur bisnis secara menyeluruh sejak awal. Dengan demikian, proses ekspansi dapat berjalan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya.

Ke depan, XPND menyatakan akan terus memperluas layanan konsultasi dan pendampingan, sejalan dengan meningkatnya minat investor global terhadap pasar Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku industri, untuk mendukung terciptanya ekosistem investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, XPND berharap dapat berperan sebagai jembatan strategis bagi investor asing dalam memasuki pasar Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mendorong arus investasi yang berkualitas dan berjangka panjang menjelang 2026. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya