Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia terus diiringi dengan kebutuhan akan kepastian regulasi dan kesiapan operasional. Menjelang momentum investasi 2026, tantangan utama yang kerap dihadapi perusahaan asing bukan lagi pada minat pasar, melainkan pada kompleksitas proses masuk dan struktur bisnis di dalam negeri.
PT Ekspansi Bisnis Indonesia (XPND) merespons kebutuhan tersebut dengan meluncurkan inisiatif The Indonesia Gateway: Accelerating Business Expansion 2026 di Jakarta. Program ini dirancang sebagai layanan terintegrasi untuk membantu perusahaan asing dan investor global menavigasi proses ekspansi bisnis di Indonesia secara lebih sistematis dan patuh regulasi.
Indonesia dipandang memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi, seiring pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro yang relatif terjaga. Namun, perbedaan sistem hukum, proses perizinan, hingga pemahaman praktik bisnis lokal kerap menjadi faktor yang memperlambat realisasi investasi.
Melalui The Indonesia Gateway, XPND menawarkan pendekatan yang menggabungkan perencanaan strategi masuk pasar, pendirian badan usaha, serta kesiapan operasional dalam satu kerangka kerja. Model ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi investor sejak tahap awal, sehingga meminimalkan risiko hambatan di fase implementasi.
Chairman XPND, Agustianto Batubara, mengatakan bahwa peluang besar Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat terhadap karakter regulasi domestik.
"Indonesia menawarkan peluang yang luas, tetapi juga memiliki karakter regulasi yang spesifik. Kehadiran The Indonesia Gateway diharapkan dapat membantu investor memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis di Indonesia secara lebih sistematis," ujarnya dalam peluncuran program tersebut.
Dalam implementasinya, XPND membangun ekosistem layanan yang mencakup empat pilar utama. Pertama, konsultasi strategi masuk pasar untuk membantu investor menentukan struktur dan pendekatan bisnis yang paling sesuai. Kedua, layanan pendirian badan usaha dan kepatuhan hukum. Ketiga, layanan keimigrasian bagi tenaga kerja asing. Keempat, dukungan operasional bisnis agar perusahaan dapat segera beroperasi secara efektif di Indonesia.
CEO XPND, Vidvant Brahmantyo, menilai bahwa kendala terbesar ekspansi sering kali muncul pada fase awal operasional.
"Banyak perusahaan menghadapi kendala bukan karena produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi karena kompleksitas proses administrasi dan kepatuhan," katanya.
Menurut Vidvant, pendekatan layanan yang terintegrasi memungkinkan perusahaan menyiapkan struktur bisnis secara menyeluruh sejak awal. Dengan demikian, proses ekspansi dapat berjalan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya.
Ke depan, XPND menyatakan akan terus memperluas layanan konsultasi dan pendampingan, sejalan dengan meningkatnya minat investor global terhadap pasar Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku industri, untuk mendukung terciptanya ekosistem investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, XPND berharap dapat berperan sebagai jembatan strategis bagi investor asing dalam memasuki pasar Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mendorong arus investasi yang berkualitas dan berjangka panjang menjelang 2026. (Put/E-1)
JSMR layak dicermati sebagai saham trading buy dengan target 4.000. Di tengah volatilitas pasar, karakter bisnis jalan tol yang berbasis pendapatan berulang membuat JSMR relatif defensif.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya tidak akan memelas demi menarik investor asing masuk ke Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investor asing memiliki peluang untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
DI tengah tekanan pasar global dan sentimen risk-off yang membuat banyak grup konglomerasi tertekan, Adaro Group justru tampil berbeda.
Saham BBCA tertekan aksi net sell asing 79,7 juta saham. Harga turun 3,75% ke level Rp7.700. Simak analisis teknikal dan proyeksinya.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Agar multiplier effect-nya lebih maksimal, pemerintah perlu mendorong penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dari kisaran skor 6 ke kisaran skor 4.
Regulasi yang tidak menghambat juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis waralaba di Tanah Air.
Langkah pemerintah melakukan deregulasi terkait impor dan kemudahan berusaha diapresiasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved