Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami crash hingga memicu pembekuan perdagangan sementara (trading halt), aset safe haven justru 'mengamuk'.
Harga emas dunia dilaporkan sempat menyentuh level psikologis baru di US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons, menyeret harga emas Antam domestik ke rekor tertinggi sepanjang masa.
| Berat Emas | Harga Dasar (Rp) | Harga (+Pajak 0,25%) |
|---|---|---|
| 0,5 Gram | 1.534.000 | 1.537.835 |
| 1 Gram | 2.968.000 | 2.975.420 |
| 2 Gram | 5.876.000 | 5.890.690 |
| 3 Gram | 8.789.000 | 8.810.973 |
| 5 Gram | 14.615.000 | 14.651.538 |
| 10 Gram | 29.175.000 | 29.247.938 |
| 25 Gram | 72.812.000 | 72.994.030 |
| 50 Gram | 145.545.000 | 145.908.863 |
| 100 Gram | 291.012.000 | 291.739.530 |
*Harga Buyback (Jual Kembali) Antam per 28 Januari 2026: Rp2.799.000/gram.
Fenomena hari ini menunjukkan peralihan aset besar-besaran (flight to safety). Di pasar global, ketidakpastian geopolitik dan spekulasi kebijakan The Fed membuat investor memburu emas hingga sempat menyentuh level intraday US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons.
Sebaliknya, pasar saham domestik mengalami tekanan jual masif. IHSG ditutup anjlok 7,35% ke level 8.320,56. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat memberlakukan trading halt (pembekuan perdagangan) selama 30 menit pada pukul 13:43 WIB setelah indeks jatuh lebih dari 5%. Penurunan ini disinyalir akibat sentimen negatif dari pembekuan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia.
Menariknya, di tengah badai yang menghantam pasar saham, Mata Uang Rupiah justru menunjukkan keperkasaannya. Rupiah ditutup menguat di level Rp16.722 per Dolar AS, terapresiasi 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS (DXY) di pasar global, memberikan sedikit angin segar bagi stabilitas ekonomi makro di tengah volatilitas bursa saham.
Spot Gold (World): ~US$5.300 (Rp88.626.600) per oz (All Time High)
IHSG (Jakarta): 8.320,56 - turun -7,35% (Trading Halt Triggered)
Mata Uang Rupiah: Rp16.722 / USD - naik +0,27% (Menguat Terbatas)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389 pada Rabu (11/3). Investor cenderung profit taking dan short-term trading jelang libur panjang Lebaran 2026.
IHSG hari ini Rabu (11/3/2026) dibuka menguat 43,86 poin ke level 7.484,77. Sentimen positif datang dari meredanya konflik Timur Tengah dan turunnya harga minyak.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
IHSG anjlok hingga memicu trading halt dua hari beruntun. Ketua OJK Mahendra Siregar bersama jajaran puncak resmi mengundurkan diri.
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved