Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami crash hingga memicu pembekuan perdagangan sementara (trading halt), aset safe haven justru 'mengamuk'.
Harga emas dunia dilaporkan sempat menyentuh level psikologis baru di US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons, menyeret harga emas Antam domestik ke rekor tertinggi sepanjang masa.
| Berat Emas | Harga Dasar (Rp) | Harga (+Pajak 0,25%) |
|---|---|---|
| 0,5 Gram | 1.534.000 | 1.537.835 |
| 1 Gram | 2.968.000 | 2.975.420 |
| 2 Gram | 5.876.000 | 5.890.690 |
| 3 Gram | 8.789.000 | 8.810.973 |
| 5 Gram | 14.615.000 | 14.651.538 |
| 10 Gram | 29.175.000 | 29.247.938 |
| 25 Gram | 72.812.000 | 72.994.030 |
| 50 Gram | 145.545.000 | 145.908.863 |
| 100 Gram | 291.012.000 | 291.739.530 |
*Harga Buyback (Jual Kembali) Antam per 28 Januari 2026: Rp2.799.000/gram.
Fenomena hari ini menunjukkan peralihan aset besar-besaran (flight to safety). Di pasar global, ketidakpastian geopolitik dan spekulasi kebijakan The Fed membuat investor memburu emas hingga sempat menyentuh level intraday US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons.
Sebaliknya, pasar saham domestik mengalami tekanan jual masif. IHSG ditutup anjlok 7,35% ke level 8.320,56. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat memberlakukan trading halt (pembekuan perdagangan) selama 30 menit pada pukul 13:43 WIB setelah indeks jatuh lebih dari 5%. Penurunan ini disinyalir akibat sentimen negatif dari pembekuan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia.
Menariknya, di tengah badai yang menghantam pasar saham, Mata Uang Rupiah justru menunjukkan keperkasaannya. Rupiah ditutup menguat di level Rp16.722 per Dolar AS, terapresiasi 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS (DXY) di pasar global, memberikan sedikit angin segar bagi stabilitas ekonomi makro di tengah volatilitas bursa saham.
Spot Gold (World): ~US$5.300 (Rp88.626.600) per oz (All Time High)
IHSG (Jakarta): 8.320,56 - turun -7,35% (Trading Halt Triggered)
Mata Uang Rupiah: Rp16.722 / USD - naik +0,27% (Menguat Terbatas)
PASAR modal Indonesia mengalami pergerakan yang cukup dinamis dengan tingkat volatilitas cukup tinggi akibat tekanan geopolitik dan kondisi domestik dan global, ini kata Kepala Eksekutif OJK
IHSG pada pembukaan perdagangan Kamis (2/4/2026) dibuka melemah 31,33 poin. Simak analisis pergerakan bursa saham domestik hari ini.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal bulan, Rabu 1 April 2026, dengan performa impresif.
IHSG hari ini ditutup melemah dipicu tensi geopolitik AS-Iran dan inflasi domestik. Cek daftar saham top gainers, losers, dan analisis sektoral terbaru.
IHSG masih tertekan akibat konflik Timur Tengah dan risiko kenaikan harga minyak, namun berpotensi ditopang sektor komoditas dan stabilitas ekonomi domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
IHSG anjlok hingga memicu trading halt dua hari beruntun. Ketua OJK Mahendra Siregar bersama jajaran puncak resmi mengundurkan diri.
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved