Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami crash hingga memicu pembekuan perdagangan sementara (trading halt), aset safe haven justru 'mengamuk'.
Harga emas dunia dilaporkan sempat menyentuh level psikologis baru di US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons, menyeret harga emas Antam domestik ke rekor tertinggi sepanjang masa.
| Berat Emas | Harga Dasar (Rp) | Harga (+Pajak 0,25%) |
|---|---|---|
| 0,5 Gram | 1.534.000 | 1.537.835 |
| 1 Gram | 2.968.000 | 2.975.420 |
| 2 Gram | 5.876.000 | 5.890.690 |
| 3 Gram | 8.789.000 | 8.810.973 |
| 5 Gram | 14.615.000 | 14.651.538 |
| 10 Gram | 29.175.000 | 29.247.938 |
| 25 Gram | 72.812.000 | 72.994.030 |
| 50 Gram | 145.545.000 | 145.908.863 |
| 100 Gram | 291.012.000 | 291.739.530 |
*Harga Buyback (Jual Kembali) Antam per 28 Januari 2026: Rp2.799.000/gram.
Fenomena hari ini menunjukkan peralihan aset besar-besaran (flight to safety). Di pasar global, ketidakpastian geopolitik dan spekulasi kebijakan The Fed membuat investor memburu emas hingga sempat menyentuh level intraday US$5.300 (Rp88.626.600) per troy ons.
Sebaliknya, pasar saham domestik mengalami tekanan jual masif. IHSG ditutup anjlok 7,35% ke level 8.320,56. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat memberlakukan trading halt (pembekuan perdagangan) selama 30 menit pada pukul 13:43 WIB setelah indeks jatuh lebih dari 5%. Penurunan ini disinyalir akibat sentimen negatif dari pembekuan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia.
Menariknya, di tengah badai yang menghantam pasar saham, Mata Uang Rupiah justru menunjukkan keperkasaannya. Rupiah ditutup menguat di level Rp16.722 per Dolar AS, terapresiasi 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS (DXY) di pasar global, memberikan sedikit angin segar bagi stabilitas ekonomi makro di tengah volatilitas bursa saham.
Spot Gold (World): ~US$5.300 (Rp88.626.600) per oz (All Time High)
IHSG (Jakarta): 8.320,56 - turun -7,35% (Trading Halt Triggered)
Mata Uang Rupiah: Rp16.722 / USD - naik +0,27% (Menguat Terbatas)
MENTERI Ekonomi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yakin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya shock sehingga melemah Rabu, (28/1) akibat pasar yang kurang transparan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sorotan utama pasar setelah mengalami tekanan jual besar-besaran dari investor asing.
Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor. Kondisi IHSG turun bahkan sempat memunculkan pertanyaan di pasar, kenapa IHSG turun hari ini?
DIREKTUR Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman buka suara terkait IHSG yang merosot hingga level terendah 8.187 pada perdagangan, Rabu (28/1), akibat pengumuman MSCI.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore ditutup melemah yang diyakini memicu panic selling pelaku pasar setelah pembekuan oleh MSCI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore ditutup melemah yang diyakini memicu panic selling pelaku pasar setelah pembekuan oleh MSCI
PEMBEKUAN sementara proses rebalancing (atur ulang) indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI dinilai sebagai sinyal teknis
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sentimen jangka pendek akibat laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
BEI melakukan trading halt pukul 13.43 WIB setelah IHSG turun 8 persen ke level 8.261,79 akibat kebijakan MSCI.
IHSG ambruk 8% memicu trading halt BEI. Ekonom Trimegah menilai koreksi ini momentum pembenahan tata kelola, transparansi pasar, dan daya saing Indonesia di MSCI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved