Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku tidak pernah ada pembahasan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukan dirinya sebagai pimpinan bank sentral.
“Saya jelaskan, tidak ada pembahasan antara saya dan Presiden mengenai ini. Tidak ada,” ujar keponakan Presiden Prabowo itu di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (28/1).
Ia meminta publik tidak mengait-ngaitkan pengunduran dirinya dari jabatan politik dengan proses penunjukan tersebut, termasuk soal waktu pengunduran dirinya yang dianggap berdekatan dengan proses pencalonan.
Thomas menjelaskan sejak awal proses pencalonan sebagai pejabat BI, dirinya sudah tidak lagi aktif dalam kepengurusan partai. Katanya, dalam akta DPP Partai Gerindra pada Maret 2025, namanya sudah tidak tercantum sebagai pengurus, termasuk sebagai bendahara umum. Kemudian, per 31 Desember 2025 tidak menjabat sebagai kader aktif Gerindra.
“Saya mundur sebagai anggota partai pada 31 Desember 2025. Itu keputusan pribadi, tidak ada hubungannya dengan penunjukan ini. Jangan semua dikoneksikan seakan-akan ada sesuatu yang dilanggar atau dibelok-belokkan," tegasnya.
Thomas mengeklaim penunjukannya murni sebagai Deputi Gubernur BI dan telah melalui proses serta mekanisme yang berlaku.
"Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI dan prosesnya dilakukan sesuai mekanisme yang ada. Enggak ada satu hal yang dilanggar," ucapnya.
Thomas mengakui latar belakangnya sebagai mantan politisi serta kedekatan keluarga dengan Presiden merupakan fakta yang tidak bisa dihindari. Namun, ia meminta agar penilaian publik dilakukan secara objektif dengan melihat rekam jejak dan proses yang telah dijalaninya.
"Saya enggak bisa membuktikan selain pas saat saya bekerja. Saya mempunyai latar belakang politik dan mempunyai kedekatan keluarga, itu fakta, tapi saya juga ada rekam profesionalisme dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya bekerja," pungkasnya. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada Thomas Djiwandono yang baru saja dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pada Senin (26/1) sore, Komisi XI DPR RI resmi menetapkan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu sebagai deputi gubernur BI dalam rapat internal yang berlangsung singkat, kurang dari satu jam.
MASUKNYA Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memantik perbincangan luas di tengah masyarakat.
PENUNJUKAN Thomas Aquinas Muliatna (AM) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi menekan pasar keuangan domestik, khususnya nilai tukar rupiah.
THOMAS Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Berikut profil Thomas Djiwandono
Bagi para taruna, momen itu bukan sekadar pertemuan biasa. Ada rasa hormat sekaligus kebanggaan bisa berhadapan langsung dengan kepala negara.
Kedatangan Prabowo di Tokyo disambut hangat diaspora Indonesia. Momen haru, salaman hingga tanda tangan jadi pengalaman tak terlupakan.
PENGAMAT komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga memberikan apresiasi terhadap aksi blusukan Presiden Prabowo Subianto di permukiman warga.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia Ray Dalio di Istana Merdeka, Jumat (27/3).
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan, kehadiran Seskab Teddy di berbagai kegiatan lapangan pejabat atau menteri Kabinet Merah Putih merupakan hal yang wajar.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan pernyataannya terkait pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved