Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Thomas Djiwandono: Penunjukan Deputi BI tak Dibahas dengan Prabowo

Insi Nantika Jelita
28/1/2026 16:57
Thomas Djiwandono: Penunjukan Deputi BI tak Dibahas dengan Prabowo
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono.(Dok. MI)

DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku tidak pernah ada pembahasan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukan dirinya sebagai pimpinan bank sentral.

“Saya jelaskan, tidak ada pembahasan antara saya dan Presiden mengenai ini. Tidak ada,” ujar keponakan Presiden Prabowo itu di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (28/1).

Ia meminta publik tidak mengait-ngaitkan pengunduran dirinya dari jabatan politik dengan proses penunjukan tersebut, termasuk soal waktu pengunduran dirinya yang dianggap berdekatan dengan proses pencalonan.

Thomas menjelaskan sejak awal proses pencalonan sebagai pejabat BI, dirinya sudah tidak lagi aktif dalam kepengurusan partai. Katanya, dalam akta DPP Partai Gerindra pada Maret 2025, namanya sudah tidak tercantum sebagai pengurus, termasuk sebagai bendahara umum. Kemudian, per 31 Desember 2025 tidak menjabat sebagai kader aktif Gerindra.  

“Saya mundur sebagai anggota partai pada 31 Desember 2025. Itu keputusan pribadi, tidak ada hubungannya dengan penunjukan ini. Jangan semua dikoneksikan seakan-akan ada sesuatu yang dilanggar atau dibelok-belokkan," tegasnya.  

Thomas mengeklaim penunjukannya murni sebagai Deputi Gubernur BI dan telah melalui proses serta mekanisme yang berlaku. 

"Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI dan prosesnya dilakukan sesuai mekanisme yang ada. Enggak ada satu hal yang dilanggar," ucapnya.

Thomas mengakui latar belakangnya sebagai mantan politisi serta kedekatan keluarga dengan Presiden merupakan fakta yang tidak bisa dihindari. Namun, ia meminta agar penilaian publik dilakukan secara objektif dengan melihat rekam jejak dan proses yang telah dijalaninya.

"Saya enggak bisa membuktikan selain pas saat saya bekerja. Saya mempunyai latar belakang politik dan mempunyai kedekatan keluarga, itu fakta, tapi saya juga ada rekam profesionalisme dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya bekerja," pungkasnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya