Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) adalah kemunduran pascareformasi 1998. Menurutnya, deputi gubernur BI harusnya talenta dari internal BI yang mumpuni dan paham kebijakan moneter.
“Ini masuknya Tommy (panggilan Thomas) seperti intervensi fiskal ke sektor moneter, padahal sebelumnya RDG (rapat dewan gubernur) BI sudah ada pihak Kemenkeu yang ikut hadir,” kata Bhima kepada Media Indonesia, Senin (19/1).
Seperti diberitakan, pada 19 November 2025, Wamenkeu Thomas Djiwandono hadir sebagai perwakilan pemerintah dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peran Wamenkeu Thomas pada RDG BI tidak mengandung unsur politis dan diperbolehkan oleh undang-undang.
Thomas saat itu disebut hanya menyampaikan pandangan dalam rangka mempererat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Bhima, kemungkinan masuknya Thomas ke jajaran petinggi BI bisa memperburuk citra independensi otoritas moneter. “Rupiah bisa makin terpuruk dan kehilangan legitimasi di mata investor,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengusulkan Thomas Djiwandono yang merupakan keponakannya, untuk mengisi jabatan deputi gubernur BI. Presiden bahkan telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna memproses pengusulan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya pengajuan keponakan Prabowo Thomas Djiwandono. Menurutnya, pengusulan tersebut berkaitan dengan pengunduran diri Juda Agung dari jabatan Deputi Gubernur BI.
“Salah satunya memang betul ada nama yang kami usulkan, yaitu Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” kata Prasetyo secara terpisah. (H-3)
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
PRESIDEN Prabowo Subianto menyodorkan keponakannya, Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, kini diusulkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Simak profil dan hubungan keluarga mereka.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan mendukung wacana Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas keponakan Prabowo Subianto
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencana pertukaran pejabat antara sektor fiskal dan moneter tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia atau BI
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
PRESIDEN Prabowo Subianto menyodorkan keponakannya, Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved