Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada Thomas Djiwandono yang baru saja dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia berpesan agar Thomas dapat menjalankan tugasnya dengan mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari amanah yang harus diemban oleh setiap pejabat negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo selalu mengingatkan para pejabat publik untuk bekerja sepenuhnya demi kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, fokus pengabdian kepada bangsa dan negara harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Presiden selalu berpesan agar setiap pejabat bekerja untuk Merah Putih, untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Prasetyo juga menjelaskan bahwa Presiden menekankan pentingnya menjalankan tanggung jawab dengan dilandasi rasa cinta Tanah Air, tanpa memandang bidang tugas yang dijalani. Ia turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Thomas Djiwandono selama menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sebelum dipercaya mengemban amanah baru di Bank Indonesia.
Pemerintah berharap Thomas dapat menjalankan tugasnya sebagai Deputi Gubernur BI dengan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional. Prasetyo menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut bukanlah pekerjaan ringan dan membutuhkan komitmen serta integritas tinggi.
“Ini adalah amanah besar. Selamat bertugas, semoga selalu diberikan kelancaran dan kekuatan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.
Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026–m-2031 melalui prosesi pengambilan sumpah yang digelar oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta, Senin. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto.
Dalam sumpah jabatannya, Thomas menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dan kewenangan sebagai Deputi Gubernur BI secara profesional, penuh tanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan tidak akan menerima atau memberikan imbalan dalam bentuk apa pun kepada pihak mana pun.
Selain itu, Thomas berikrar setia kepada negara, Undang-Undang Dasar, serta haluan negara, dan siap menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan lembaga keuangan dan pengawas sektor jasa keuangan. (Ant/E-4)
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku tidak pernah ada pembahasan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukan dirinya.
Pada Senin (26/1) sore, Komisi XI DPR RI resmi menetapkan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu sebagai deputi gubernur BI dalam rapat internal yang berlangsung singkat, kurang dari satu jam.
MASUKNYA Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memantik perbincangan luas di tengah masyarakat.
PENUNJUKAN Thomas Aquinas Muliatna (AM) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi menekan pasar keuangan domestik, khususnya nilai tukar rupiah.
THOMAS Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Berikut profil Thomas Djiwandono
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved