Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ini Tanggapan Kemenkeu soal Keponakan Presiden Prabowo Thomas Djiwandono yang Masuk Bursa Deputi Gubernur BI

Insi Nantika Jelita
19/1/2026 16:37
Ini Tanggapan Kemenkeu soal Keponakan Presiden Prabowo Thomas Djiwandono yang Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono (kanan) dan Sri Mulyani.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Meski demikian, Kemenkeu belum memberikan konfirmasi resmi terkait isu keponakan Prabowo Thomas Djiwandono untuk menjadi Deputi Gubernur BI tersebut.

“Kami belum bisa menanggapi hal tersebut," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro kepada Media Indonesia, Senin (19/1).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengusulkan Thomas Djiwandono yang merupakan keponakannya, untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur BI. Presiden bahkan telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna memproses pengusulan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya pengajuan nama Thomas Djiwandono. Menurutnya, pengusulan tersebut berkaitan dengan pengunduran diri Juda Agung dari jabatan Deputi Gubernur BI.

“Salah satunya memang betul ada nama yang kami usulkan, yaitu Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” kata Prasetyo secara terpisah.

Thomas A. M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, serta keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 1993–1998.

Tommy menuntaskan pendidikan sarjana di bidang Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994. Selanjutnya, ia meraih gelar Master of Arts dalam bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University pada 2003.

Perjalanan karier profesional Thomas diawali di dunia jurnalistik sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, sebelum bergabung dengan Indonesia Business Weekly pada tahun berikutnya.

Pada 2004, Thomas bergabung dengan Comexindo International dan dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi chief executive officer (CEO), hingga menjabat sebagai CEO pada periode 2010–2024. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.

Di ranah politik, Thomas mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008. Melalui Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantik Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024. Ia kembali dipercaya menempati jabatan yang sama dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan dilantik pada 21 Oktober 2024. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik