Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah menegaskan kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan potensi kerugian negara mencapai Rp60 miliar harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan bersih-bersih.
“Kasus suap dan korupsi pegawai pajak ini sangat menyakitkan dan merugikan masyarakat. Pajak adalah tulang punggung keuangan negara, tetapi justru diselewengkan oleh oknum yang seharusnya menjadi garda terdepan penerimaan negara,” ujar Abdullah melalui keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Abdullah juga menyoroti perilaku koruptif oknum pajak. Ia mengingatkan bahwa selama ini pegawai di lingkungan DJP telah mendapatkan fasilitas dan tunjangan yang jauh lebih besar dibandingkan aparatur sipil negara (ASN) lainnya.
“Dengan penghasilan yang sudah cukup besar, seharusnya tidak ada alasan lagi untuk melakukan korupsi. Fakta bahwa praktik ini masih terjadi menunjukkan lemahnya integritas dan pengawasan internal yang tidak bisa ditoleransi lagi,” tegasnya.
Abdullah memberikan dukungan penuh kepada KPK untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain guna membongkar jaringan korupsi yang lebih luas. Ia meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu demi memulihkan kepercayaan publik.
Ia juga mewanti-wanti Kementerian Keuangan agar bersikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung. "Tidak boleh ada pihak yang berusaha menutup-nutupi kasus ini. Kepercayaan publik hanya bisa pulih jika negara benar-benar serius memberantas korupsi," pungkasnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang tersangka dalam kasus suap pengurangan nilai pajak di KPP Madya Jakarta Utara. Selain menetapkan tersangka, tim penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/1).
Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen penting, barang bukti elektronik, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan praktik lancung yang mengakibatkan kebocoran pajak hingga puluhan miliar rupiah tersebut. (H-4)
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan dukungannya untuk memperkuat regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendorong penyusunan roadmap nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terintegrasi.
Kebijakan penghapusan tunggakan iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang nonaktif dan terbukti tidak mampu berpotensi rumit bahkan membebani rakyat miskin.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas oknum pegawai pajak yang menyalahgunakan jabatan dengan mengandalkan backing
Budi menjelaskan, penggeledahan dilakukan pada malam hari. KPK menyita sejumlah dokumen dari kantor tersebut.
Lemahnya pengawasan terlihat dari tidak adanya upaya menelusuri pemegang saham maupun perusahaan afiliasi dari wajib pajak tersebut.
Pukat UGM menilai OTT KPK yang menjerat pegawai pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara merupakan bukti belum hilangnya permainan mata antara wajib pajak dan pegawai pajak
DIREKTORAT Jenderal Pajak atau DJP memberhentikan sementara tiga pegawai pajak di KPP Jakarta Utara yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pajak saat OTT KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved