Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat pegawai pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara merupakan bukti belum hilangnya permainan antara wajib pajak dan pegawai pemerintah yang bertugas mengelola dan menarik pajak.
Menurutnya, skandal ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di kementerian terkait masih gagal menciptakan efek jera.
"Bagaimana kasus di perpajakan ini? Ya saya melihat ini memang apa meskipun sudah ada berbagai upaya ya, tapi ternyata apa kejadiannya masih terus berulang gitu kan. Artinya tidak ada efek jera, tidak ada apa apa sistem yang secara signifikan berubah," ujar Zaenur kepada Media Indonesia, Minggu (11/1/2026).
Zaenur menyebut modus suap di sektor perpajakan merupakan pola lama yang terus berulang dengan variasi yang berbeda-beda, mulai dari keterlibatan konsultan sebagai makelar hingga inisiatif suap dari wajib pajak.
"Ini modus lama dari zaman Gayus Tambunan sampai Angin Prayitno. Mengapa terus terjadi? Karena ada kewenangan yang besar. Selama kewenangan itu ditukar dengan keuntungan finansial, korupsi akan terus ada," ujarnya.
Zaenur secara khusus menyoroti keistimewaan yang diberikan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selama ini.
Ia mengibaratkan DJP sebagai "angsa bertelur emas" yang menerima fasilitas dan kesejahteraan yang jauh lebih tinggi dibanding instansi lain.
"Nyatanya, meski sudah diistimewakan dengan kesejahteraan tinggi dan berbagai program reformasi, praktik korupsi belum juga hilang. Artinya, sistem yang ada saat ini belum mengalami perubahan yang signifikan secara fundamental," katanya. (H-4)
KPK belum bisa merinci total nominal yang disita karena masih dalam proses verifikasi.
Hingga saat ini para pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif di Cilacap.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap ini.
Tim di lapangan juga membawa sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat dalam perkara ini.
KPK ungkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari patok fee proyek 10-15% dari total anggaran Rp91,13 Miliar di Dinas PUPRPKP.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas oknum pegawai pajak yang menyalahgunakan jabatan dengan mengandalkan backing
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
Budi menjelaskan, penggeledahan dilakukan pada malam hari. KPK menyita sejumlah dokumen dari kantor tersebut.
Lemahnya pengawasan terlihat dari tidak adanya upaya menelusuri pemegang saham maupun perusahaan afiliasi dari wajib pajak tersebut.
DIREKTORAT Jenderal Pajak atau DJP memberhentikan sementara tiga pegawai pajak di KPP Jakarta Utara yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pajak saat OTT KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved