Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jabatan Wamenkeu Kosong, Kepala Staf Kepresidenan Nilai Wajar jika Ada Reshuffle Kabinet

Media Indonesia
28/1/2026 17:35
Jabatan Wamenkeu Kosong, Kepala Staf Kepresidenan Nilai Wajar jika Ada Reshuffle Kabinet
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa di Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10/2025).(ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU)

KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang sebelumnya diisi oleh Thomas Djiwandono kosong setelah terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

"Iya, mungkin (reshuffle kabinet) karena Pak Tomi (Thomas) kan ke mana? Ke Deputi kan. Ada yang lowong kan? Ya itu. Kayaknya sih logis saja, berarti harus ada yang isi," kata Qodari, di Jakarta, Rabu (28/1).

Menurut Qodari Presiden Prabowo Subianto memiliki kriteria saat akan melakukan reshuffle kabinet, terutama soal kinerja dan pencapaian target para pembantunya di kabinet.

Qodari menyebut bahwa presiden memantau kinerja para menteri. Mulai dari laporan dan perkembangannya setiap hari. Presiden juga melakukan rapat terbatas soal dinamika di pemerintahan. Itu ia sampaikan merespons isu reshuffle kabinet.
   
Qodari menegaskan kepastian waktu terkait kemungkinan reshuffle kabinet merupakan kewenangan penuh Presiden Prabowo. Sebab, itu merupakan hak prerogatif Presiden.

"Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu (kapan reshuffle)," ucap Qodari.

Isu soal reshuffle kabinet menguat setelah Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 pada Sidang Paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1).

Thomas Djiwandono disetujui DPR menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan pada 13 Januari 2026. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya