Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TALKSHOW bertajuk Klik Aman, Dompet Nyaman: Jadi Gen-Z Cerdas di Dunia Digital digelar pada Selasa (9/12). Talkshow yang digelar oleh Perbanas Institute untuk meningkatkan literasi keuangan dan keamanan siber bagi pelajar itu dihadiri oleh perwakilan dari lebih dari 55 sekolah SMA/SMK se-Jakarta.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Umum Perbanas Institute, Prof. Dr. Haryono Umar, M.Sc., Ak., CA., CPAM. CPA (Aust), menyampaikan pentingnya literasi keuangan dimulai sejak dini.
Talkshow ini bertujuan agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang aman dan bertanggung jawab di tengah transformasi digital yang pesat.
“Kalian adalah generasi digital native yang sejak kecil telah akrab dengan teknologi. Tapi teknologi yang memudahkan hidup ini tetap perlu disikapi dengan hati-hati, cerdas, dan bertanggung jawab. Hari ini bukan hanya soal memahami dunia digital, tetapi tentang bagaimana kalian menjaga data pribadi, memahami risiko keuangan, dan membangun masa depan yang lebih bijak,” ujar Prof. Haryono Umar dalam sambutannya.
Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dari latar belakang industri dan penegak hukum: Vera Eve Lim (Komite Masyarakat Perbankan Peduli & Direktur Bank BCA), Lindawati Octaviani (Pengurus Perbanas & Direktur Bank SeaBank Indonesia), serta Jhehan Septiano, BL., S.Pd., M.H. (Kasubnit Siber Bareskrim Polri).
Para pembicara sepakat bahwa Gen-Z menjadi target empuk penipuan digital karena tingginya aktivitas online dan kebiasaan berbagi informasi tanpa filter.
Materi yang didiskusikan mencakup cara pengelolaan uang, penggunaan gawai secara bijak, hingga mengenali ancaman siber dan tips melindungi data pribadi.
Sekretaris Jenderal Perbanas, Anika Faisal, turut menyoroti peningkatan kasus penyalahgunaan data dan kejahatan finansial digital akibat lemahnya kebiasaan proteksi identitas.
“Banyak kasus penipuan tidak terjadi karena teknologi yang canggih, tetapi karena manusia lengah dan tergoda. Social engineering hari ini lebih berbahaya daripada sekadar malware. Yang dimainkan itu psikologi, kebiasaan online, dan rasa percaya. Jika tidak berhati-hati, ujung-ujungnya adalah rekening bank dan data pribadi yang menjadi korban,” jelasnya, menekankan bahwa kewaspadaan manusia adalah kunci utama.
Selain fokus pada keamanan digital, Perbanas Institute menggunakan momentum ini untuk membuka akses pendidikan tinggi. Dalam acara tersebut, kampus mengumumkan bahwa pendaftaran tahun akademik 2026/2027 telah dibuka.
Perbanas menawarkan berbagai program beasiswa, termasuk bebas uang pangkal bagi calon mahasiswa berprestasi atau yang memenuhi kriteria. Perbanas menegaskan bahwa kuliah berkualitas tidak harus mahal, selama lembaga pendidikan mampu menyajikan kurikulum yang relevan, pengalaman industri, dan keunggulan akademik.
Sebagai kampus yang berfokus pada pendidikan bisnis, keuangan, dan teknologi, Perbanas Institute berharap kegiatan edukasi ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu bertransaksi secara digital, tetapi juga sadar finansial, cerdas digital, dan mampu menjaga integritas diri di dunia maya. (Z-1)
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
INDUSTRI aset kripto di Tanah Air menunjukkan kematangan yang signifikan sepanjang 2025.
Bagi barisan pemain muda Indonesia, ajang Super 500 ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Ainur menyoroti kiprah Joaquin/Raymond yang meski gagal meraih gelar.
Pelaku industri properti dan pengelola parkir mulai mendorong transformasi sistem perparkiran seiring perubahan perilaku konsumen muda atau generasi Z (Gen Z) .
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan kembali program JA SparktheDream untuk tahun keempat.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Sepanjang 2025, Asuransi Jasindo secara konsisten menggelar berbagai program literasi keuangan dan asuransi di 11 kota di Indonesia.
Inovasi berkelanjutan menjadi kunci bagi industri keuangan digital untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved