Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, angkat bicara mengenai pemeriksaan sejumlah kantor dan rumah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Djaka menyebutkan bahwa perkara yang diusut merupakan kasus lama terkait ekspor sawit dan produk turunannya.
“Itu kasus lama, masalah sawit dan turunannya. Tahun 2021 sampai 2024 kalau tidak salah,” ujar Djaka seusai konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kanwil DJBC Jakarta, Rabu (3/12).
Menurut Djaka, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Kantor Pusat DJBC, tetapi juga di beberapa kantor wilayah yang menangani ekspor sawit. Ia menegaskan proses hukum masih berlangsung di Kejagung sehingga pihaknya tidak ingin menyimpulkan dugaan kesalahan pegawai sebelum ada hasil resmi.
“Kita belum bisa menilai bahwa personel Bea Cukai melakukan kesalahan. Selama proses hukum berjalan, kami memberikan dukungan kepada pegawai yang diperiksa,” katanya.
Kejagung saat ini tengah menyidik dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) tahun 2022. Pemeriksaan saksi dan penggeledahan telah dilakukan sejak Oktober 2025. POME merupakan limbah cair industri kelapa sawit yang meski berstatus limbah, masih memiliki nilai ekonomis.
Dalam penyidikan tersebut, Kejagung telah menggeledah lebih dari lima lokasi yang terkait dengan DJBC, termasuk kantor dan rumah pejabat. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan penggeledahan dilakukan pada 22 Oktober 2025 di Jakarta dan beberapa daerah lain.
“Penggeledahan terkait perkara di Bea Cukai dilakukan di lebih dari lima titik. Barang-barang yang disita berupa dokumen yang dibutuhkan untuk penyidikan,” jelas Anang. (Ant/E-3)
Bea Cukai tidak menetapkan tenggat waktu khusus bagi perusahaan importir untuk melakukan re-ekspor, selama pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dan kooperatif.
Selama ini, sertifikasi AEO di Indonesia lebih banyak dimiliki oleh perusahaan manufaktur, sementara di sektor logistik jumlahnya masih terbatas.
DIREKTORAT Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan telah melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Bea Cukai Atambua melakukan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) berupa hasil tembakau/rokok ilegal sebanyak 11 juta batang.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan yang dianggapnya telah menunjukkan perbaikan kinerja.
Peruri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelar prosesi Pengiriman Perdana Pita Cukai Desain Tahun 2026 di kawasan produksi Peruri, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/12).
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Kejaksaan Agung membantah eksepsi Nadiem Makarim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved