Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja dan pelayanan institusi serta menghilangkan citra negatif yang melekat pada Bea Cukai. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ultimatum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan mengembalikan sistem kepabeanan ke model Orde Baru bila pembenahan internal tidak menunjukkan hasil.
“Intinya, itu bentuk koreksi. Bea Cukai ke depan akan berupaya menjadi lebih baik,” ujar Djaka dalam konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kanwil DJBC Jakarta, Rabu.
Djaka menyebut transformasi budaya kerja dan penguatan pengawasan sebagai fokus utama perbaikan.
“Mulai dari kultur, peningkatan kinerja, hingga pengawasan di pelabuhan dan bandara. Semua pelayanan akan kita benahi,” katanya. Ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga menyebut sejumlah langkah pembenahan telah berjalan, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi praktik underinvoicing.
Menanggapi permintaan Menkeu yang memberikan waktu satu tahun untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai, Djaka menyatakan optimismenya. “Harus optimistis. Kalau tidak optimistis, tahun depan kita selesai semua. Masa pegawai Bea Cukai mau makan gaji buta?” ujarnya.
Djaka menekankan bahwa reformasi tidak akan berhasil tanpa dukungan publik. Aspek yang harus dibenahi, katanya, meliputi kualitas SDM, peralatan, hingga citra kelembagaan.
“Image bahwa Bea Cukai sarang pungli harus kita hilangkan sedikit demi sedikit,” ucapnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa apabila perbaikan kinerja tidak signifikan, pemerintah dapat kembali melibatkan SGS untuk menjalankan fungsi pemeriksaan kepabeanan, seperti yang terjadi pada era Orde Baru. Kala itu, sebagian pegawai Bea Cukai dirumahkan karena peran mereka digantikan SGS dan PT Surveyor Indonesia.
Purbaya menegaskan dirinya tidak sedang marah, namun meminta jajaran Kemenkeu bekerja serius. Pelibatan SGS disebut hanya sebagai opsi cadangan bila reformasi internal tidak berjalan. Namun ia tetap optimistis karena teknologi Bea Cukai kini dinilai berkembang pesat.
Menkeu juga menyoroti dua permasalahan utama yang harus segera dibenahi Bea Cukai yakni praktik underinvoicing ekspor dan masih masifnya barang illegal yang lolos.
tengah menelusuri pergerakan John Field (JF), pemilik PT Blueray Cargo, yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di Bea Cukai.
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan menemukan indikasi keterlibatan penyedia jasa pengiriman barang impor (forwarder) lain di luar PT Blueray Cargo dalam kasus dugaan suap Bea Cukai.
KPK menyatakan segera menelusuri para importir yang menggunakan jasa PT Blueray Cargo (BR) dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan alias KW di Ditjen Bea Cukai.
Profil PT Blueray Cargo dan rincian kasus suap impor barang palsu yang melibatkan Bea Cukai yang diungkap KPK pada Februari 2026.
KPK menahan pemilik PT Blueray Cargo (BR) John Field tersangka kasus dugaan suap impor barang palsu atau KW. Kasus ini melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
PEMILIK PT Blueray Cargo Johm Field kini ditahan KPK setelah sempat kabur. Pemilik Blueray menjadi tersangka kasus dugaan suap impor barang palsu atau KW di bea dan cukai
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved