Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ogah Dibekukan Purbaya, Bea Cukai Janji Benahi Kinerja

Andhika Prasetyo
04/12/2025 06:12
Ogah Dibekukan Purbaya, Bea Cukai Janji Benahi Kinerja
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama(Antara)

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja dan pelayanan institusi serta menghilangkan citra negatif yang melekat pada Bea Cukai. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ultimatum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan mengembalikan sistem kepabeanan ke model Orde Baru bila pembenahan internal tidak menunjukkan hasil.

“Intinya, itu bentuk koreksi. Bea Cukai ke depan akan berupaya menjadi lebih baik,” ujar Djaka dalam konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kanwil DJBC Jakarta, Rabu.

Djaka menyebut transformasi budaya kerja dan penguatan pengawasan sebagai fokus utama perbaikan.

“Mulai dari kultur, peningkatan kinerja, hingga pengawasan di pelabuhan dan bandara. Semua pelayanan akan kita benahi,” katanya. Ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga menyebut sejumlah langkah pembenahan telah berjalan, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi praktik underinvoicing.

Menanggapi permintaan Menkeu yang memberikan waktu satu tahun untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai, Djaka menyatakan optimismenya. “Harus optimistis. Kalau tidak optimistis, tahun depan kita selesai semua. Masa pegawai Bea Cukai mau makan gaji buta?” ujarnya.

Djaka menekankan bahwa reformasi tidak akan berhasil tanpa dukungan publik. Aspek yang harus dibenahi, katanya, meliputi kualitas SDM, peralatan, hingga citra kelembagaan.
“Image bahwa Bea Cukai sarang pungli harus kita hilangkan sedikit demi sedikit,” ucapnya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa apabila perbaikan kinerja tidak signifikan, pemerintah dapat kembali melibatkan SGS untuk menjalankan fungsi pemeriksaan kepabeanan, seperti yang terjadi pada era Orde Baru. Kala itu, sebagian pegawai Bea Cukai dirumahkan karena peran mereka digantikan SGS dan PT Surveyor Indonesia.

Purbaya menegaskan dirinya tidak sedang marah, namun meminta jajaran Kemenkeu bekerja serius. Pelibatan SGS disebut hanya sebagai opsi cadangan bila reformasi internal tidak berjalan. Namun ia tetap optimistis karena teknologi Bea Cukai kini dinilai berkembang pesat.

Menkeu juga menyoroti dua permasalahan utama yang harus segera dibenahi Bea Cukai yakni praktik underinvoicing ekspor dan masih masifnya barang illegal yang lolos.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik