Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menkeu Purbaya Kaget Barang Rp40 Juta Dibeli Seharga Rp112 Ribu

Andhika Prasetyo
13/11/2025 10:53
Menkeu Purbaya Kaget Barang Rp40 Juta Dibeli Seharga Rp112 Ribu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak, Surabaya.(Kemenkeu)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak serta Kantor Balai Laboratorium Bea Cukai (KBLBC) Kelas II Surabaya. Di KPPBC TMP Tanjung Perak, Ia meninjau langsung proses pemeriksaan arus barang impor, termasuk mencocokkan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dengan kondisi fisik kontainer di lapangan.

Purbaya mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur pemeriksaan logistik berjalan sesuai aturan sehingga mendukung kelancaran arus barang nasional. “Saya melihat langsung proses pengecekan kontainer dan hasilnya cukup baik. Kontainer scanner baru dipasang dua minggu, memang belum sempurna, tapi sudah membantu percepatan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan seluruh data pemeriksaan kontainer di berbagai daerah akan terhubung secara langsung ke kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Jakarta untuk memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi. “Nanti pengawasannya berbasis IT. Data di daerah akan saya tarik ke Jakarta agar bisa dipantau langsung dari pusat,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Purbaya mengungkapkan menemukan indikasi praktik under invoicing pada sejumlah barang impor di kontainer. Praktik ini berpotensi merugikan negara karena nilai barang yang dituliskan terlalu rendah sehingga menurunkan bea masuk dan pajak impor.

Menurut dia, harga yang tercantum di dokumen jauh berbeda dengan nilai pasar. “Saat periksa kontainer, ada barang bagus tapi harganya hanya US$7 (Rp112.000). Padahal di marketplace bisa Rp40 juta-Rp45 juta. Ini sedang kita telusuri lebih jauh,” ujarnya.

Usai dari pelabuhan, Purbaya melanjutkan kunjungan ke KBLBC Kelas II Surabaya, unit teknis yang bertugas melakukan pengujian dan identifikasi barang secara laboratoris. Laboratorium tersebut juga telah dilengkapi fasilitas responsif gender guna memastikan kenyamanan seluruh pegawai.

“Laboratorium kita sudah bagus. Kalau ada peralatan yang kurang, segera beri tahu agar bisa dilengkapi,” kata Purbaya.

Mengakhiri kunjungan, Purbaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bea Cukai atas dedikasi dan profesionalisme mereka, terutama di tengah dinamika perdagangan global. “Untuk teman-teman Bea dan Cukai, tetap semangat. Anda berada di garis depan menjaga integritas pasar dalam negeri dari produk ilegal,” pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya