Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore berakhir dengan kenaikan, meskipun pelaku pasar tetap berhati-hati menunggu kepastian dari Ketua The Fed Jerome Powell, pada simposium Jackson Hole.
IHSG meningkat 67,14 poin atau 0,90 persen ke level 7.533,97, sementara indeks LQ45 turut naik 10,97 poin atau 1,18 persen ke posisi 939,14.
Baca juga : Suku Bunga The Fed Dipangkas, Dolar AS Melemah, IHSG Menguat
“Penguatan IHSG ini turut dipicu oleh sentimen positif dari bursa Amerika Serikat (AS),” ungkap Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dikutip dari Antara, Selasa (20/8).
Kenaikan di pasar saham ini sebagian besar disebabkan oleh pelaku pasar yang menantikan pernyataan Jerome Powell mengenai potensi penurunan suku bunga pada September 2024.
Spekulasi ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang menyarankan bahwa pemangkasan suku bunga menjadi opsi yang layak dipertimbangkan mengingat adanya risiko yang meningkat di pasar tenaga kerja.
Baca juga : Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Ditutup Merosot, Kenapa?
Di sisi lain, bank sentral China memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman sesuai dengan ekspektasi pasar. Suku bunga pinjaman satu tahun (LPR) tetap di 3,45%, dan suku bunga pinjaman lima tahun dipertahankan di 3,95%.
Gubernur bank sentral China, Pan Gongsheng, menyatakan bahwa pihaknya akan menghindari langkah-langkah drastis dan akan fokus mempercepat pelaksanaan kebijakan yang sudah ada, sambil mempertimbangkan langkah-langkah baru.
Di dalam negeri, pelaku pasar sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 20-21 Agustus 2024, terkait dengan kebijakan suku bunga acuan.
Baca juga : IHSG Ditutup Bangkit dari Koreksi Dalam
Meskipun Bank Indonesia memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga, pasar cenderung memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap di 6,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik modal asing.
Sejak pembukaan, IHSG menunjukkan penguatan dan terus berada di zona hijau hingga penutupan sesi perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua sektor berhasil mencatatkan kenaikan, dengan sektor barang konsumen non-primer memimpin kenaikan sebesar 1,75%, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor kesehatan yang masing-masing menguat sebesar 1,48% dan 1,29%.
Baca juga : Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp16.164
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah BABP, MSKY, RSCH, MNCN, dan IOTF.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain SMIL, GULA, MEJA, WOOD, dan RAAM.
Dalam perdagangan hari ini, frekuensi transaksi saham tercatat mencapai 1.178.157 kali dengan volume perdagangan sebesar 21,89 miliar lembar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp19,38 triliun.
Terdapat 362 saham yang menguat, 195 saham yang melemah, dan 227 saham yang stagnan.
Di bursa saham regional Asia, indeks Nikkei mengalami kenaikan 674,29 poin atau 1,80% ke 38.062,89, indeks Hang Seng turun 58,49 poin atau 0,33% ke 17.511,08, indeks Shanghai melemah 27,01 poin atau 0,93% ke 2.866,65, dan indeks Strait Times naik 14,75 poin atau 0,44% ke 3.370,31. (Ant/Z-10)
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.780 per dolar AS. Pasar merespons ketidakpastian suku bunga The Fed dan invasi AS ke Venezuela.
IHSG menutup perdagangan Rabu (7/1) dengan penguatan ke level 8.944. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stimulus Tiongkok menjadi penopang utama indeks.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (2/1).
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved