Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo menilai harga Rupiah pada Rp 16.300 per dolar AS masih merupakan posisi yang baik.
"Ketidakpastian global sekarang ini memang menghantui semua negara. Tapi menurut saya kalau masih di angka 16.200-16.300 masih posisi yang baik," kata Jokowi usai menghadiri acara HUT ke-52 Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi), di Jakarta, Senin (10/6).
Alasannya semua negara memang sedang mengalami tekanan nilai tukar terhadap dolar yang semakin perkasa.
Baca juga : Rupiah Ditutup Merosot ke 16.283 per Dolar AS
"Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama, mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya dolar kursnya," kata Jokowi.
Sebelumnya Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakin pemerintah sedang melakukan upaya mengatasi tekanan nilai tukar rupiah.
"Dalam hal ini Menteri Keuangan dan Gubernur BI. Pasti akan dilakukan exercise agar semuanya bisa ada jalan tengah untuk kebaikan ekonomi bangsa kita," kata Bahlil, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/6/2024)
Baca juga : Data pengangguran AS Lebih Tinggi dari Perkiraan, Rupiah pun Menguat
Terpisah, pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melanjutkan kenaikan dari pekan lalu setelah laporan nonfarm payrolls yang kuat menunjukkan para investor secara tajam mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada September.
"Pasar fokus pada pertemuan Fed mendatang, dengan keputusan suku bunga akan dirilis pada Rabu. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (10/6).
Isyarat apapun mengenai kebijakan di masa depan akan diawasi dengan ketat, terutama setelah tanda-tanda ketahanan inflasi AS dan pasar tenaga kerja AS baru-baru ini.
Sejumlah pejabat Fed telah memperingatkan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dalam menghadapi inflasi yang tinggi dan kekuatan pasar tenaga kerja. (Z-8)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved