Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan perkembangan inflasi bulanan atau month to month pada Desember 2023 terjadi inflasi sebesar 0,41% secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 116,08 pada November 2023 menjadi 116,56 pada Desember 2023.
"Tingkat inflasi bulanan Desember 2023 adalah yang tertinggi sepanjang tahun 2023. Dan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,07% dan andil inflasi 0,29% dengan komoditas penyumbang utama inflasi adalah cabe merah dengan andil inflasi sebesar 0,06%, bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,04%, tomat dengan andil inflasi sebesar 0,03%, cabe rawit dengan andil inflasi sebesar 0,02%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,02%, serta telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,02%," ucap PLT Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti saat Rilis Berita Resmi Statistik pada Selasa (2/1).
Selain itu, lanjut Amalia terdapat komoditas di luar kelompok makanan dan minuman dan tembakau yang juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi secara month to month antara lain tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05%, emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,02%, serta komoditas rekreasi dengan andil inflasi sebesar 0,01%.
Baca juga: Analis: Inflasi di Bawah Ekspektasi Beri Ruang BI Pangkas Suku Bunga
"Inflasi pada Desember 2023 adalah sebesar 0,41% didorong oleh inflasi seluruh komponen. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,39%,komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara, rokok putih, dan rokok kretek filter. Komponen harga diatur pemerintah memberikan andil inflasi sebesar 0,07%, kemudian komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,42% komponen ini memberikan andil inflasi terbesar yakni sebesar 0,25%," jelasnya.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga bergejolak adalah cabai merah, bawang merah, tomat, cabe rawit, beras, telur ayam ras, minyak goreng, daging ayam ras, dan bawang putih. (Z-10)
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Kemasan polos mempersulit pengawasan, mempermudah pemalsuan, dan membuat konsumen kesulitan membedakan produk asli dan ilegal.
Tekanan kebijakan yang terus menghantam Industri Hasil Tembakau (IHT) membuat banyak pihak mendesak pemerintah untuk segera menyusun peta jalan IHT nasional yang berkeadilan.
Anggoya Baleg DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti absennya komoditas tembakau dalam daftar sektor potensial untuk hilirisasi yang dipaparkan pemerintah.
Sejumlah tokoh masyarakat dan wakil rakyat menyoroti masuknya agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam regulasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan
Industri tembakau dilemahkan oleh regulasi yang tumpang tindih dan konflik antar kebijakan, yang membuat petani semakin tertekan.
Mantan Direktur Penelitian, Kebijakan & Kerja Sama WHO, Tikki Pangestu, menilai adopsi strategi pengurangan risiko tembakau berjalan sangat lambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved