Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Penngendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakata, hari Jumar melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar dan distributor yang berurusan dengan pangan di Kabupaten Kulon.
Hasilnya,TPID DIY memastikan pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Wakil Bupati Kulon Progo, hari Jumat, Ambar Purwoko menegaskan stok kebutuhan pokok untuk masyarakat Kulon Progo terpantau aman dan tidak ditemukan gangguan distribusi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi peningkatan permintaan selama Nataru.
"Kami memastikan dari pemerintahan Kabupaten Kulon Progo didampingi dengan Pak Biro Perekonomian juga memastikan bahwa ketersediaan sembako bahan pangan untuk masyarakat dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, kami juga bisa memastikan Kabupaten Kulon Progo aman. Untuk stok, sampai dengan hari ini kita turut tidak ada permasalahan apa pun, Insya Allah ke depan juga aman," kata Ambar.
Menurut dia harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, terutama cabai dan bawang merah, sementara komoditas pangan lainnya tetap stabil. "Memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, ada beberapa komoditas yaitu cuma harga cabai dan bawang merah. Lain-lainnya Insya Allah aman, ada kenaikan tapi kita anggap masih aman lah untuk masyarakat," tambahnya.
Sementara Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto mengemukakan TPID DIY secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau perkembangan harga dan stok pangan. "Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan beras, sayuran, dan komoditas penting lainnya di Kulon Progo berada dalam kondisi aman," katanya.
Terjadinya kenaikan harga cabai dan bawang merah kata Eling merupakan fenomena wajar menjelang hari besar, terutama dengan kondisi cuaca tidak menentu, serangan hama, dan sejumlah wilayah penyangga yang terdampak bencana. Namun demikian, TPID memastikan kenaikan tersebut masih tergolong terkendali.
Eling menambahkan bahwa inflasi DIY masih berada pada angka 2,92 persen atau dalam rentang target nasional, serta pertumbuhan ekonomi DIY termasuk Kulon Progo tercatat berada di atas rata-rata nasional. Jika ke depan ditemukan kenaikan harga yang signifikan, TPID bersama pemerintah daerah siap melakukan intervensi melalui operasi pasar.
"Ketika nanti di lapangan kita lihat ada kenaikan-kenaikan harga yang dirasa cukup signifikan, nanti kita pasti bersama dengan Pak Wakil Bupati dan pemerintah daerah pasti akan turun," tegasnya.
Lebih lanjut, Eling pun mengungkapkan harga cabai sangat dipengaruhi kondisi pasar nasional, sehingga daerah pada praktiknya mengikuti harga yang berkembang secara nasional. "Karena kalau cabai kan harganya secara nasional ya, jadi kita tidak bisa bikin harga sendiri. Setiap daerah itu biasanya mengikuti yang berlaku secara nasional," tutupnya. (H-2)
Sebagai bagian dari Artha Graha Peduli, Hotel Borobudur Jakarta menyiapkan paket sembako berkualitas dengan harga terjangkau.
Pasar murah ini merupakan kegiatan rutin menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Nataru untuk mengendalikan harga bahan pokok.
Pemerintah memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum akhir tahun yang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Harga cabai rawit merah di Purwokerto, Jawa Tengah melejit. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang makanan.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Jika tidak dikendalikan sejak awal, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok hingga kelangkaan barang tertentu.
Agen menghentikan pasokan kendati pedagang telah mengorder. Kalaupun ada pengiriman beras, jumlah tidak sesuai pesanan.
kenaikan harga bawang merah dan cabai merah yang telah terjadi lantaran pengaruh cuaca ekstrem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved