Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wali Kota Batam Pastikan Pangan Aman Jelang Nataru, Warga Keluhkan Harga Cabai Masih Melonjak

Hendri Kremer
06/12/2025 21:57
Wali Kota Batam Pastikan Pangan Aman Jelang Nataru, Warga Keluhkan Harga Cabai Masih Melonjak
Tumpukan cabai merah di salah satu pasar tradisional Batam yang harganya terus melonjak jelang Natal dan Tahun Baru.(MI/HENDRI KREMER)

WALI Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kondisi pangan di Kota Batam berada dalam keadaan aman dan stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Penegasan itu disampaikan usai memimpin rapat koordinasi Forkopimda bersama sejumlah pemangku kepentingan di Aula Engku Hamidah, Lantai 4 Kantor Wali Kota Batam.

Dia mengatakan rapat tersebut memfokuskan pembahasan pada stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama libur panjang akhir tahun. “Kami memastikan seluruh komoditas strategis dalam kondisi aman. Ada 34 komoditas yang kami pantau, dan Alhamdulillah semuanya relatif terkendali,” katanya, Kamis(4/12) pagi.

Meski demikian, dua komoditas dinilai masih membutuhkan perhatian khusus, yaitu cabai dan telur. Pasokan sejumlah jenis cabai terganggu akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi ini menyebabkan harga cabai mengalami kenaikan cukup signifikan.

Harga cabai merah keriting naik dari Rp70.000/kg (28 November) menjadi Rp75.000/kg (1 Desember). Cabai rawit merah melonjak paling tinggi dari Rp45.000 menjadi Rp100.000/kg. Cabai rawit hijau meningkat dari Rp33.000 menjadi Rp70.000/kg, sementara cabai hijau besar naik dari Rp36.000 menjadi Rp50.000/kg.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember. “Ini akan membantu mendorong keseimbangan pasokan. Harga-harga insyaallah kembali normatif,” ujarnya.

Namun, di lapangan, sejumlah warga mengeluhkan harga cabai yang masih melambung tinggi dan dinilai tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah. Masyarakat menyebut harga cabai di beberapa pasar tradisional bahkan lebih tinggi dari data resmi. Mereka berharap pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat dan memastikan pasokan benar-benar tersedia.

Selain cabai, Pemkot juga menyoroti ketersediaan LPG 3 kilogram. Amsakar menyebut bahwa kuota tambahan sebesar 2.774 tabung telah diajukan ke Pertamina mengingat konsumsi bulan Desember diproyeksikan mencapai 4.000 KL, berpotensi menimbulkan defisit.

Sementara itu, Perum Bulog memastikan stok beras di Batam aman dengan persediaan 2.935 ton per 28 November, sehingga risiko gejolak harga beras dinilai rendah.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Nataru, Pemkot Batam menggelar Pasar Murah Bersubsidi pada 8–17 Desember 2025 di 45 lokasi yang mencakup 52 kelurahan di 12 kecamatan. Sebanyak 52.500 paket bahan pokok disediakan dengan harga Rp100 ribu per paket setelah disubsidi Rp100 ribu oleh pemerintah. Paket tersebut berisi beras premium 10 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 2 liter.

Selain itu, bersama Asosiasi Distributor, Pemkot juga akan menggelar Operasi Pasar pada 23–24 Desember 2025 di empat kecamatan. Sebanyak 60 distributor berpartisipasi menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Namun, di lapangan, sejumlah masyarakat mengeluhkan harga cabai yang dinilai tidak sesuai dengan pernyataan Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Warga menyebut harga cabai di pasar tradisional masih melambung dan belum menunjukkan penurunan. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan pengawasan lebih ketat serta memastikan pasokan benar-benar tersedia agar harga dapat kembali stabil. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik