Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Natal dan tahun baru, komoditas pasokan cabai merah di tingkat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menyebabkan harganya mengalami kenaikan cukup signifikan seharga Rp 90 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut, disebabkan banyaknya lahan perkebunan cabai selama ini masih belum melakukan panen dan banyak lahan terdampak banjir.
Seorang pedagang pasar Induk Cikurubuk, Dadang, 52, mengatakan, harga komoditas cabai merah domba, cabai rawit di pasar tradisional harganya sudah merangkak naik dan sekarang kenaikan masih terjadi pada cabai lokal. Kenaikan tersebut, disebabkan dari pengaruh cuaca ekstrem dan produksi belum stabil hingga pasokan berkurang.
"Memang permintaan cabai cukup tinggi tapi pasokan yang dikirim terbatas, apalagi selama ini pembeli cabai rata-rata paling banyak dari pemilik warung nasi, pedagang bakso tapi bagi warga lainnya tidak sampai 5 per kg. Para pembeli cabai bagi rumah tangga selama ini rata-rata hanya membeli Rp 10 ribu," katanya, Jumat (5/12/2025).
Ia mengatakan, kenaikan komoditas cabai di Priangan Timur terjadi jelang natal dan tahun membuat pembeli masih terbatas, mengingat harganya merangkak naik. Akan tetapi, untuk pasokan cabai yang dikirim dari distributor ke pasar masih terkendala cuaca buruk dan produksi belum stabil hingga sebagian masih menunggu masa panen.
"Untuk jenis cabai merah memang selama ini mengalami kenaikan cukup signifikan mulai dari cabai merah domba semula dijual Rp 65 ribu menjadi Rp 80 ribu perkg, cabai rawit Rp 65 ribu, cabai merah keriting Rp 58 ribu, cabai merah TW Rp 70 ribu, dan cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqin mengatakan, harga komoditas cabai merah di pasaran merangkak naik jelang Nataru hingga sekarang ini harga cabai merah besar Rp 80 ribu di pasar Cikurubuk dan pasar Pancasila Rp 90 ribu perkg. Namun, tingginya harga cabai karena hasil produksi belum stabil dan permintaan mengalami peningkatan.
"Kenaikan cabai tidak mudah ditangani dan selama ini dipasok dari luar daerah yakni Kabupaten Garut, Ciamis dan Majalengka, tapi kami tetap mendorong program Sejuta Tanaman Pangan Cegah Inflasi (Setaman Cinta), agar warga dapat menanam cabai di pekarangan rumahnya masing-masing," pungkasnya.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Sebagai bagian dari Artha Graha Peduli, Hotel Borobudur Jakarta menyiapkan paket sembako berkualitas dengan harga terjangkau.
Pasar murah ini merupakan kegiatan rutin menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Nataru untuk mengendalikan harga bahan pokok.
Pemerintah memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum akhir tahun yang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Harga cabai rawit merah di Purwokerto, Jawa Tengah melejit. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang makanan.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved