Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Harga Kebutuhan Pokok Naik, DPRD DIY Minta Pemerintah Stabilkan Harga

Ardi Teristi Hardi
06/12/2025 22:00
Harga Kebutuhan Pokok Naik, DPRD DIY Minta Pemerintah Stabilkan Harga
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

JELANG libur Natal dan Tahun Baru, komoditas cabai di Gunungkidul meroket hingga menembus Rp80.000 per kilogram. Temuan tersebut disampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY saat melakukan pemantauan harga di Pasar Playen serta Swalayan Pamela 9, Rabu (3/12).

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY, Eling Priswanto menyampaikan, kenaikan harga cabai kali ini memang cukup terasa karena sebagian besar wilayah pemasok tengah mengalami penurunan produksi. 

“Harga cabai mencapai sekitar Rp80.000 cukup tinggi,, tapi secara pola memang hampir setiap tahun seperti itu,” ujar Eling.

Dua faktor utama yang memengaruhi situasi tersebut adalah perubahan cuaca dan serangan hama. Curah hujan dan serangan hama, kata dia, selalu memengaruhi suplai cabai. 

"Karena produksinya turun, otomatis harganya terdorong naik,” imbuhnya.

Ia menambahkan, wortel, tomat, dan sayuran hijau juga mengalami kenaikan harga dengan rentang Rp3.000 - Rp4.000. 

"Ketersediaan barang masih aman. Permintaan memang meningkat menjelang akhir tahun, tapi sejauh ini stok tidak ada persoalan,” tegasnya.

Di Kantor DPRD DIY, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, S.E., M.I.P menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir, tercatat kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama beras, cabai, dan telur. 

"Komisi B meminta Dinas Perdagangan dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah stabilisasi, termasuk operasi pasar dan koordinasi distribusi agar harga-harga kembali terkendali," ungkap perempuan yang akrab disapa Ndari dalam konferensi pers Kamis ( 4/12).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal melalui serangkaian pasar murah dan operasi pasar yang terkoordinasi dengan baik di seluruh wilayah DIY.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru ini kami mengimbau untuk disiapkan berbagai langkah antisipatif. Kami mendorong pemerintah melaksanakan pasar murah dan operasi pasar untuk menekan inflasi menjelang liburan ini,” tegas dia.

Arahan tersebut telah menjadi pembahasan dalam Rakordal dan langsung ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait. Pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar disebut telah berjalan di sejumlah titik, dan langkah ini menjadi strategi utama pemerintah DIY bersama kabupaten/kota untuk mencegah inflasi musiman yang biasa muncul pada masa liburan panjang.

“Pasar murah dan operasi pasar sudah dimulai lewat sinergi DIY dan kabupaten/kota. Harga boleh naik sedikit, tetapi jangan terlalu ekstrem. Pedagang tetap harus mendapat keuntungan, tapi jangan sampai memanfaatkan liburan untuk menaikkan harga terlalu tinggi,” tegasnya.

Pengawasan di lapangan juga perlu ditingkatkan agar praktik merugikan yang sering muncul saat musim liburan dapat dicegah. Ia menekankan bahwa fenomena seperti lonjakan tarif parkir atau kenaikan harga makanan harus ditangani sejak awal agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. (AT/Ardi Teristi

“Pokoknya hari ini kami dorong operasi pasar dan pasar murah agar situasi tetap terkendali,” katanya.

Selain itu, Andriana turut mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menerima keluhan langsung dari para pedagang terkait kondisi pasokan komoditas tertentu yang terdampak situasi alam dan iklim. Ia menilai persoalan ini perlu direspons cepat agar tidak mempengaruhi stabilitas harga di pasar. Komisi B juga berencana memanggil mitra terkait untuk mencari solusi agar pasokan dan distribusi tetap berjalan lancar di tengah dinamika permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun.

“Kemarin kami bertemu para pedagang dan banyak yang menyampaikan bahwa pasokan sejumlah komoditas terganggu akibat cuaca yang tidak menentu dan beberapa kasus gagal panen. Ini harus segera dicari solusinya bersama mitra terkait,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa ketersediaan kebutuhan pokok di DIY masih dalam kondisi aman berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Komisi B menilai stok yang ada sudah mencukupi bahkan melebihi kebutuhan hingga akhir tahun.“Hasil Rakordal menunjukkan stok kebutuhan pangan di kabupaten/kota sangat cukup hingga akhir tahun, bahkan lebih,” ungkapnya.

Andriana berharap rangkaian langkah stabilisasi harga ini dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pasar murah dan operasi pasar, serta menjalani libur Nataru dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Kepada para pelaku UMKM kuliner dan pengelola parkir, Ketua Komisi B juga menghimbau agar tidak menaikkan harga makanan maupun tarif parkir secara tidak wajar selama periode liburan. DIY dikenal sebagai daerah yang ramah dan berkeadilan bagi wisatawan maupun warga, sehingga menjaga stabilitas harga merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat.

Ketua Komisi B DPRD DIY juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam pola konsumsi selama libur Nataru. Di sejumlah wilayah di Indonesia, sebagian saudara kita saat ini tengah menghadapi bencana. Karena itu, momentum liburan hendaknya diisi dengan sikap empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Masyarakat dihimbau untuk lebih peduli dan berbagi, baik melalui donasi, dukungan moral, maupun aksi gotong royong lainnya.

Komisi B DPRD DIY berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi daerah, melindungi kepentingan masyarakat, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal menjelang dan selama libur Natal dan Tahun Baru. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik