Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN membawa banyak manfaat, teknologi kerap mengacaukan (disrupsi) tatanan yang sudah ada. Semakin cepat perkembangan teknologi, semakin masif tatanan yang terdisrupsi, termasuk di industri jasa keuangan perbankan.
Penerapan teknologi mengubah cara-cara nasabah menggunakan layanan banking. Mesin ATM dioperasikan di Indonesia pertama pada 1986. Kemudian internet banking diperkenalkan pertama kali pada 2001.
Dewasa ini, digitalisasi tidak hanya mengubah proses manual menjadi terotomasi, tetapi menciptakan layanan dan produk baru yang tidak dimungkinkan sebelumnya dengan derap perubahan yang sangat cepat. Secara tidak langsung, perubahan ini berdampak pada pengurangan jumlah cabang selama lima tahun terakhir dan pergeseran keahlian yang dibutuhkan.
Baca juga: Brasil Tumbuhkan Ekonomi Kuartal III Sebesar 0,1%
Disrupsi secara masif ini perlu dibarengi dengan perubahan pengelolaan SDM. Ketua Umum FHCPI Suryantoro Waluyo menegaskan bahwa diperlukan upaya dan tindak lanjut yang cepat, serentak, dan menyeluruh agar industri perbankan di Indonesia dapat mengimbangi laju perubahan teknologi, bertahan agar tetap relevan, dan mampu memanfaatkan bonus demografi menuju era Indonesia Emas di 2045.
Bertempat di Bogor, Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI) menyelenggarakan konferensi untuk membahas dan mengevaluasi tren terkini dengan keynote speaker Vika Fadilla A selaku Deputy Director of Banking Regulation OJK yang mengulas kembali Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa Keuangan 2021-2025 dan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan.
Baca juga: DPR Setujui 7 Anggota Badan Supervisi LPS
Sekitar 100 peserta yang hadir mewakili 40-an bank mengulas dan berdiskusi tentang kondisi manajemen SDM sektor perbankan di Indonesia saat ini serta tren masa depan yang perlu diantisipasi dan ditindaklanjuti. Perubahan digitalisasi yang masif memaksa seluruh aspek pengelolaan SDM, mulai dari desain pekerjaan dan organisasi, peningkatan bidang keahlian baru (reskilling), cara mengelola talenta masa kini, hingga kiat-kiat manajemen remunerasi yang dapat meningkatkan produktivitas.
Hadir sebagai pembicara dan pengulas berbagai ahli dari Deloitte, Korn Ferry, Mercer, Willis Towers Watson (WTW), dan DPLK BRI. Acara ini juga didukung Bank Muamalat & Muamalat Institute bersama Deloitte, WTW, Bank Central Asia, Zurich Insurance, OK Bank Indonesia, dan Bank Sahabat Sampoerna sebagai sponsor dalam melaksanakan program. (RO/Z-2)
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
RISE with SAP memungkinkan Win&Co Group untuk melakukan analisis profitabilitas yang lebih merinci mulai tingkat produksi hingga penjualan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Puncak HPN 2026 di Banten menegaskan pentingnya peran pers sebagai penjaga kualitas informasi di era digital dan AI.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan Bale Syariah by BSN untuk mendorong transaksi digital, menargetkan pertumbuhan pengguna dua kali lipa
Perkembangan teknologi, kemudahan akses informasi, serta pesatnya pertumbuhan platform e-commerce dan media sosial telah mengubah cara konsumen dalam memilih produk.
Industri CRM ke depan akan makin insight-driven, bahkan sudah banyak yang mengklaim AI-enabled/AI-native CRM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved