Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia

Media Indonesia
06/2/2026 19:25
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan kinerja perseroan didampingi Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta, Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, Direktur Distribution and Sales Anton Sukarna, Direktur Risk Management Grandhis H Haru(Dok BSI)

NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia. Kinerja BSI yang resmi menjadi persero pada 23 Januari 2026 membuktikan bahwa bank syariah bisa menjadi game changer di perbankan nasional, terlebih dengan dual license sebagai bank syariah dan bullion bank sekaligus.

Sebanyak 90% dari total pembiayaan BSI yang mencapai Rp318,84 triliun disalurkan ke segmen SME, mikro, konsumer, komersial bidang pendidkan dan kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), dan BUMN. Pembiayaan BSI tumbuh 14,49% (YoY), dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh 16,20% (YoY) yang didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62%. 

Pembiayaan disalurkan dengan kondisi sehat. Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 triliun naik 8,02% (YoY).

Fokus pada peningkatan Islamic ecosystem, BSI berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lebih dari 1.350 mitra BGN, mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP, penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah, serta program 3 juta rumah FLPP (subsidi).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan kinerja perseroan didampingi Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta, Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, Direktur Distribution and Sales Anton Sukarna, Direktur Risk Management Grandhis H Harumansyah, dan Corporate Secretary Wisnu Sunandar. (RO/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya