Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJALAN dengan visi Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) yang merencanakan menempatkan 10 ribu tenaga kerja yang memiliki skill dan profesional ke luar negeri pada tahun 2024, Binawan terus berkomitmen menempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) profesional untuk bersaing di kancah global.
Binawan yang juga anggota APJATI berhasil menempatkan tenaga profesional cabin crew gelombang ke-3 sebanyak 23 orang ke Arab Saudi.
Pelepasan tenaga profesional dihadiri oleh Ayub Basalamah selaku Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI).
Baca juga: Apjati Lepas Keberangkatan 31 Pekerja Migran ke Arab Saudi Lewat SPSK
Di tahun 2023, Binawan juga telah menempatkan 140 tenaga profesional untuk menjadi cabin crew di maskapai Saudi Airlines.
Dengan memanfaatkan bonus demografi Indonesia, Binawan juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui Binawan Training Center untuk bisa bersaing di kancah global.
Pada saat Acara Pelepasan Cabin Crew Indonesia untuk Saudi Airlines, Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah mengatakan,“Kami apresiasi apa yang telah Bapak Said Saleh Alwaini dan Binawan lakukan selama ini."
"Binawan menjadi salah satu contoh dan teladan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, karena Binawan sangat fokus danberkomitmen untuk menempatkan tenaga skill dan profesional seperti apa yang dilakukan saat ini," kata Ayub.
"Yang saya lihat dari wajah para cabin crew yang akan ditempatkan, insyaallah mereka adalah anak-anak yang mampu untuk bekerja dengan baik dan membawa nama baik bangsa Indonesia,” jelas Ayub.
Baca juga: Ketum Apjati: Perintah Presiden Harus Jadi Momentum Berantas TPPO
Lebih lanjut, Ayub menuturkan,“Saya sangat terharu dan bangga. Sebuah kehormatan bagi saya diberikan kesempatan untuk melepas anak-anak ini."
"Mudah-mudahan kedepannya masih banyak lagi tenaga skill dan profesional yang dapat bekerja di luar negeri, melalui maskapai lain dan tempat yang lebih menjanjikan. APJATI pada tahun 2024 memiliki target 10.000 orang penempatan tenaga kerja profesional ke luar negeri,” tuturnya.
Said Saleh Alwaini, CEO of Binawan Group sekaligus pengurus APJATI yang menjabat sebagai Ketua yang Membidangi Penempatan Tenaga Kerja Skill dan Profesional, mengatakan,”Binawan selama 47 tahun telah berhasil menjadi pionir di industri ini untuk menempatkan tenaga kerja skill dan profesional ke luar negeri dan akanterus mendukung program APJATI.”
Baca juga: APJATI : Pertemuan PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi Perkuat One Channel System
Fariz Amry, Director of Commercial Binawan Inti Utama, menambahkan,“Binawan akan selalu memberipendampingan bagi para tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan mulai dari proses pendaftaran, pelatihan, penempatan sampai keberangkatan ke negara tujuan, bahkan sampai pemulangannya ke tanah air. "
"Para pekerja Indonesia juga diharapkan menjaga nama baik bangsa dengan mematuhi semua dan aturan yang berlaku di negara penempatan,” katanya.
Tidak hanya itu Binawan telah meluncurkan BICCA atau Binawan International Cabin Crew Academy lembaga pendidikan atau pelatihan berstandar internasional yang berfokus menghasilkan para lulusan calon flight attendant yang profesional dan siap bekerja di maskapai internasional luar negeri. (RO/S-4)
PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini.
GUBERNUR Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia dari Jawa Tengah, yang berada di kawasan Timur Tengah.
DPR minta pemerintah menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Timur Tengah setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
konflik di Timur Tengah berdampak ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia Migrant Care membuka Posko Informasi & Pengaduan Darurat Krisis Timur Tengah
Migrant Care menyatakan keprihatinan yang mendalam atas eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan.
MIGRANT Care Jember resmi membuka kanal pengaduan bagi Pekerja Migran Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran.
Tingginya kasus perdagangan orang di daerah tersebut merupakan dampak dari tidak terpenuhinya hak dasar warga.
Tahun ini, 22 siswa sekolah tersebut akan diberangkatkan ke Jepang melalui program Special Skill Worker (SSW).
KemenP2MI mencegah keberangkatan enam calon pekerja migran Indonesia (CPMI) perempuan yang akan diberangkatkan secara nonprosedural ke Malaysia dan Jepang.
Dari total 129 TKI yang dideportasi, terdapat 80 laki-laki, 47 perempuan, dan dua orang anak-anak.
Karding menuturkan pemerintah harus menciptakan sistem yang efektif agar bisa mencegah TKI bekerja di tempat judol luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved