Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI digital telah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia. Meski demikian, tidak dapat diabaikan bahwa uang tunai masih memegang peranan penting dalam perputaran ekonomi domestik.
Data yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir, transaksi menggunakan uang tunai terus mengalami peningkatan volume. Secara sejalan, sirkulasi uang kartal di masyarakat juga menunjukkan pertumbuhan yang positif mulai dari tahun 2018 hingga 2022.
Pertumbuhan yang signifikan ini mengindikasikan betapa vitalnya peran uang tunai dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca juga: BI Siapkan Uang Tunai Rp93 Triliun Jaga Ketersediaan di Juni-Juli 2023
Hal ini disampaikan oleh praktisi perbankan, Ario Tejo Bayu Aji, ketika menjadi pembicara dalam acara 11th International Symposium & Exhibition on Project Management (Symex) 2023 yang digelar di Yogyakarta, baru-baru ini..
Ario menegaskan,“Meskipun sistem pembayaran digital telah menjadi tren yang menguat dalam lima tahun terakhir, uang tunai masih memegang peranan penting di masyarakat dengan keberagaman budaya dan kondisi geografis di Indonesia."
Pastikan Ketersediaan Akses ke Uang Tunai
"Lembaga keuangan berperan penting dalam memastikan ketersediaan akses ke uang tunai dan masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih mekanisme pembayaran sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Fenomena tersebut memberikan dasar bagi penyedia sistem pembayaran untuk memperkuat infrastruktur transaksi uang tunai dengan menggabungkan berbagai layanan perbankan, seperti mengintegrasikan pengelolaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Cash Recycling Machine (CRM) ke dalam satu jaringan yang terpadu.
Integrasi titik transaksi tunai (cash point) ini juga menjamin kebutuhan transaksi tunai dan digital masyarakat dapat terpenuhi dengan baik
Baca juga: Uang Beredar pada April 2023 Tumbuh 5,5%
Menurut Ario yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara (“Jalin”) bagian dari Holding BUMN Danareksa, model integrasi ATM dan CRM yang kini secara bertahap juga sedang dilakukan oleh Jalin terbukti berhasil di negara-negara lain, seperti Belanda dan Hong Kong.
Integrasi ini memungkinkan perbankan untuk mengoptimalkan penggunaan modal dalam membangun jaringan infrastruktur ATM dan CRM, sehingga menjadi lebih efisien.
Baca juga: Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2022 Raih Penghargaan Internasional
Selain itu, dengan meningkatnya keterjangkauan layanan ATM dan CRM oleh masyarakat, akses terhadap layanan perbankan juga diharapkan akan semakin meningkat.
“Ini tidak hanya berkaitan dengan menjaga peran uang tunai sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan bahwa perputaran uang tetap berlangsung lancar dan aman di tengah perkembangan pesat ekonomi digital," jelasnya.
"Dengan demikian, Indonesia dapat menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan kebutuhan akan uang tunai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Ario. (RO/S-4)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved