Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menjaga kesinambungan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan memperpanjang penempatan dana SAL di perbankan hingga September 2026.
"Perpanjangan ini diharapkan memperkuat likuiditas sistem perbankan dan menjaga ruang penyaluran kredit agar tetap terarah ke sektor-sektor produktif," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2).
Kendati tidak menyebutkan secara rinci, Adhika menuturkan realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL di Bank Mandiri menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai dengan rencana penempatan.
"Seluruh penyaluran tersebut dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku," tambahnya.
Selain itu, Adhika mengatakan dukungan pembiayaan tersebut juga disalurkan secara luas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Penyaluran kredit Bank Mandiri dikatakan telah menjangkau 37 provinsi di seluruh Indonesia.
"Ini mencerminkan distribusi pembiayaan yang inklusif dan merata," katanya.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan setiap ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dinamika permintaan, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko yang terjaga, sehingga pertumbuhan kredit tetap sehat dan di atas rata-rata industri.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit Mandiri tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96% yoy mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.
Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) yoy mencapai 0,35% dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97% atau turun 3 bps secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan. (E-3)
Pertumbuhan ini menempatkan BEI sebagai salah satu bursa dengan likuiditas tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimistis penempatan dana Rp25 triliun dari pemerintah akan sepenuhnya tersalurkan paling lambat pada Desember 2025.
Untuk mendorong sisi permintaan, lanjut Airlangga, pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui melalui deregulasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi nasional bisa tembus 8% jika digerakkan bersama oleh mesin negara dan swasta.
Rencana pemerintah menyalurkan dana Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan berpotensi menghadirkan risiko baru. Meski langkah ini dapat memperkuat likuiditas.
BRI menyambut positif perpanjangan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengajak Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk meninjau langsung realisasi penyerapan dana pemerintah.
PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimistis penempatan dana Rp25 triliun dari pemerintah akan sepenuhnya tersalurkan paling lambat pada Desember 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyadari ada potensi kredit fiktif setelah pemerintah memutuskan mengalihkan bagian Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun ke Himbara.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencananya menarik dana mengendap pemerintah di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp200 triliun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved