Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Bank Mandiri: Perpanjangan Dana SAL Perkuat Likuiditas, Dorong Kredit Produktif

Insi Nantika Jelita
28/2/2026 13:38
Bank Mandiri: Perpanjangan Dana SAL Perkuat Likuiditas, Dorong Kredit Produktif
ilustrasi(Antara)

Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menjaga kesinambungan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan memperpanjang penempatan dana SAL di perbankan hingga September 2026. 

"Perpanjangan ini diharapkan memperkuat likuiditas sistem perbankan dan menjaga ruang penyaluran kredit agar tetap terarah ke sektor-sektor produktif," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2).

Kendati tidak menyebutkan secara rinci, Adhika menuturkan realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL di Bank Mandiri menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai dengan rencana penempatan. 

"Seluruh penyaluran tersebut dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Selain itu, Adhika mengatakan dukungan pembiayaan tersebut juga disalurkan secara luas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Penyaluran kredit Bank Mandiri dikatakan telah menjangkau 37 provinsi di seluruh Indonesia.

"Ini mencerminkan distribusi pembiayaan yang inklusif dan merata," katanya.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan setiap ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dinamika permintaan, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko yang terjaga, sehingga pertumbuhan kredit tetap sehat dan di atas rata-rata industri. 

Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit Mandiri tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96% yoy mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) yoy mencapai 0,35% dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97% atau turun 3 bps secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya