Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Optimalisasi Distribusi Data BEI Pacu Likuiditas Pasar, Transaksi Harian Tembus US$1 Miliar

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 16:50
Optimalisasi Distribusi Data BEI Pacu Likuiditas Pasar, Transaksi Harian Tembus US$1 Miliar
Ilustrasi--Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (1/12/2025).(MI/Usman Iskandar)

BURSA Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan signifikan dalam aktivitas perdagangan menyusul langkah strategis penyempurnaan format distribusi data yang diimplementasikan sejak 25 Agustus 2025. Inisiatif ini terbukti memperkuat efisiensi pasar dan membantu investor mengambil keputusan investasi yang lebih presisi, terutama menjelang pembukaan sesi II.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa percepatan distribusi informasi pada akhir sesi I menjadi kunci utama perubahan perilaku pasar ini. Kini, pelaku pasar tidak perlu menunggu hingga akhir hari untuk mendapatkan data krusial terkait peta transaksi.

“Penyempurnaan distribusi data ini membuat informasi lebih cepat dikonsumsi pada akhir perdagangan sesi I, sehingga pelaku pasar kini dapat merespons kondisi pasar dan mengambil keputusan investasi dengan lebih optimal di sesi II,” jelas Jeffrey dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12).

Pemerataan Transaksi dan Lonjakan Nilai Perdagangan

Dampak dari kebijakan ini terlihat jelas pada statistik perdagangan. BEI mencatat nilai transaksi harian kini konsisten berada di atas ambang US$1 miliar. 

Tidak hanya dari sisi nilai, distribusi transaksi antara sesi I dan sesi II kini menjadi lebih merata. Jika sebelumnya proporsi transaksi berada di angka 58% untuk sesi I dan 42% untuk sesi II, kini komposisinya bergeser menjadi lebih seimbang, yakni 55% berbanding 45%.

Peningkatan aktivitas ini tercermin dari kenaikan rerata nilai transaksi yang cukup fantastis. Pascaimplementasi, rerata nilai transaksi pada sesi I melonjak hingga 88,21%, sementara pada sesi II tumbuh sebesar 64,56%. Pertumbuhan ini menempatkan BEI sebagai salah satu bursa dengan likuiditas tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Partisipasi Investor Meningkat

Ketersediaan data yang lebih cepat juga berhasil memicu antusiasme investor ritel maupun institusi. Per 16 Desember 2025, jumlah investor aktif harian tercatat mencapai 250 ribu orang, atau meningkat 28% dibandingkan periode sebelum kebijakan ini diberlakukan yang hanya sebesar 195 ribu investor.

“Peningkatan ini menunjukkan respons positif pelaku pasar terhadap distribusi data yang lebih cepat, lebih terstruktur, dan lebih relevan untuk pengambilan keputusan,” tambah Jeffrey.

Secara teknis, penyempurnaan ini melibatkan delapan file data tambahan yang kini tersedia di akhir sesi I. Data tersebut mencakup ringkasan aktivitas transaksi berdasarkan domisili investor, data indeks terbaru, hingga rekapitulasi perdagangan berdasarkan tipe investor. Kehadiran data ini memberikan panduan yang lebih jelas bagi investor untuk menentukan momentum masuk maupun keluar pasar secara real-time.

Bagi para pelaku pasar yang ingin memanfaatkan data ini, BEI mengimbau untuk berkoordinasi dengan Anggota Bursa (perusahaan sekuritas) masing-masing guna mendapatkan akses informasi sebagai referensi strategi investasi mereka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya